Hudaa, Muhammad Mishbahul (2025) Tinjauan Kompilasi Hukum Islam Terhadap Pembagian Harta Waris Secara Kekeluargaan (Studi Kasus Desa Lembah Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.
Preview |
Text
MUHAMMAD MISHBAHUL HUDAA - 101190070 - HUKUM KELUARGA ISLAM..pdf Download (15MB) | Preview |
Abstract
Pembagian harta waris sering kali menjadi sumber konflik dalam keluarga, terutama ketika tidak ada kesepakatan yang jelas di antara ahli waris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyelesaian konflik pembagian harta waris secara kekeluargaan di Desa Lembah dengan cara musyawarah dan kesepakatan damai. Penyelesaian konflik pembagian harta warisan secara kekeluargaan sering dianggap sebagai solusi terbaik untuk menghindari perselisihan berkepanjangan. Namun, dalam beberapa kasus, kesepakatan damai yang dicapai justru menimbulkan ketegangan baru di antara ahli waris. Penelitian ini mengkaji akibat dari kesepakatan damai dalam konflik warisan di Desa Lembah, yang ternyata tidak menghasilkan keharmonisan, tetapi justru memperburuk hubungan antar ahli waris.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana kesepakatan damai ahli waris dalam pembagian harta waris secara kekeluargaan di Desa Lembah Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo menurut Kompilasi Hukum Islam? Bagaimana akibat kesepakatan damai ahli waris dalam pembagian harta waris secara kekeluargaan di Desa Lembah Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo?.
Jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah penelitian lapangan. Sedangkan sumber data primer menggunakan data dari lapangan dan didukung oleh data sekunder. Dalam menganalisis informasi, penulis menggunakan strategi penelitian data induktif. Teknik pengambilan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Serta kajian terhadap peraturan perundang-undangan terkait, khususnya Kompilasi Hukum Islam.
Hasil penelitian ini adalah kesepakatan damai ahli waris dalam pembagian harta waris secara kekeluargaan di lingkungan masyarakat Desa Lembah telah memenuhi 1 unsur syarat dan belum terpenuhi 2 unsur syarat, yaitu ketidakhadiran ahli waris yang berhak mendapatkan menurut faraid ketika musyawarah secara kesepakatan damai dilakukan dan masing-masing pihak belum menyadari bagian harta warisan yang telah ditetapkan dalam Pasal 183 KHI. Sehingga kesepakatan damai dalam pembagian harta warisan secara kekeluargaan di Desa Lembah belum sesuai dengan ketentuan KHI. Akibat kesepakatan damai jika kesepakatan dibuat atas dasar kerelaan dan tidak mengandung unsur paksaan, maka kesepakatan tersebut sah secara hukum. Namun, jika ada unsur paksaan atau ketidakseimbangan, maka kesepakatan tersebut dapat dianggap sebagai kesepakatan semu, bahkan meskipun pembagian harta warisan telah disepakati, hubungan keluarga menjadi semakin renggang karena adanya rasa tidak adil yang terpendam. Hal ini menyimpang dengan ketentuan yang dijelaskan dalam pasal 183 KHI.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Fuady Abdullah |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 14 Apr 2025 02:08 |
| Last Modified: | 14 Apr 2025 02:08 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/32189 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
