OTORITAS BERJONGGO DALAM PERKAWINAN MASYARAKAT MUSLIM DI DESA KARANGPATIHAN PADA ERA MODERN

Utami, Putri Dwi (2025) OTORITAS BERJONGGO DALAM PERKAWINAN MASYARAKAT MUSLIM DI DESA KARANGPATIHAN PADA ERA MODERN. Undergraduate (S1) thesis, IAIN PONOROGO.

[thumbnail of SKRIPSI PUTRI DWI UTAMI-101210162-HKI WATERMARK.pdf]
Preview
Text
SKRIPSI PUTRI DWI UTAMI-101210162-HKI WATERMARK.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Utami, Putri Dwi 2024. Otoritas Berjonggo Dalam Perkawinan Masyarakat Muslim Di Desa Karangpatihan Pada Era Modern. Skripsi Jurusan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Yudhi Achmad Bashori, M. H. I.

Kata Kunci/ Keywords: Otoritas, Era Modern, Berjonggo Dalam Perkawinan

Perkawinan merupakan ikatan lahir batin yang memiliki konsekuensi hukum bagi agama yang dianut oleh kedua mempelai dan keluarga mereka. Sebuah pernikahan, keputusan-keputusan penting seharusnya melibatkan kesepakatan Bersama antara kedua calon mempelai. Selanjutnya pemegang kewenangan perkawinan adalah pejabat KUA yang berwenang untuk mengurusi masalah perkawinan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kemudian pemegang kewenangan atau otoritas selanjutnya adalah mereka yang memiliki otoritas (berwenang) adalah individu dengan pengetahuan khusus. Dalam budaya Jawa, praktik kejawen masih sangat mendominasi, terutama dalam konteks pemilihan hari untuk melangsungkan pernikahan, Metode untuk penentuan hari pernikahan dan hari-hari baik lainnya adalah dengan menggunakan bantuan berjonggo.

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana teori otoritas Max Weber menjelaskan legitimasi otoritas berjonggo dipahami oleh masyarakat Desa Karangpatihan?, 2)Bagaimana teori otoritas Max Weber menjelaskan pergeseran peran berjonggo dalam konteks perubahan masyarakat Desa Karangpatihan?

Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif lapangan dengan pendekatan sosiologis. Teknik pengumpulan data yang dilaksanakan adalah dokumentasi, wawancara, dan observasi, adapun setelah data terkumpul, selanjutnya data tersebut akan dianalisis dengan menggunakan kualitatif melalui cara berpikir Induktif.

Penelitian ini disimpulkan bahwa berdasarkan teori otoritas Max Weber, legitimasi otoritas Berjonggo dipahami sebagai bagian dari otoritas tradisional yang berakar pada adat istiadat dan kepercayaan terhadap warisan budaya leluhur. Legitimasi otoritas Berjonggo sebagai bagian dari otoritas tradisional yang berakar pada adat istiadat mulai tergeser oleh otoritas legal-rasional seperti KUA dan otoritas kharismatik tokoh agama akibat proses rasionalisasi, modernisasi, dan globalisasi. Pergeseran ini mencerminkan perubahan masyarakat menuju sistem yang lebih efisien dan berbasis hukum formal, namun di sisi lain juga menimbulkan tantangan dalam mempertahankan nilai-nilai budaya lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Yudhi Achmad Bashori
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 05 May 2025 06:46
Last Modified: 05 May 2025 06:46
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/32311

Actions (login required)

View Item View Item