Saputra, M. Firman (2025) Isi Pesan Dakwah Habib Husein bin Ja'far Al Hadar Di konten Jeda Nulis Pada Episode Kenapa Gen Z Mudah Depreai Teori Semiotika Roland Barthes. Undergraduate (S1) thesis, IAIN PONOROGO.
Preview |
Text
302210068_M. Firman Saputra_ Komunikasi Dan Penyiaran islam.pdf Download (2MB) | Preview |
Abstract
Saputra, M. Firman. 2025. Isi Pesan Dakwah Habib Husein Bin Ja'far Al Hadar Di Konten Jeda Nulis Pada Episode Kenapa Gen Z Mudah Depresi Teori Semiotika Roland Bartes. Skripsi. Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing Muchlis Daroini, M.Kom.I.
Kata Kunci: dakwah, Habib Ja’far, Gen Z, Kesehatan mental
Di era kemajuan teknologi ini, banyak orang yang menderita penyakit mental seperti stres, rasa cemas yang berlebihan, dan suasana hati yang tidak stabil, yang merupakan tanda-tanda depresi. Pemanfaatan YouTube sebagai produk teknologi untuk dakwah merupakan salah satu bentuk integrasi dan konektivitas nilai-nilai agama dengan bidang kehidupan lainnya, dalam hal ini teknologi informasi. Hingga hari ini, ada kepercayaan luas di masyarakat bahwa agama, sains, dan teknologi saling eksklusif. Salah satu ulama yang berdakwah melalui YouTube adalah Habib Ja’far, yang biasanya berada di channel YouTube Jeda Nulis.
Berdasarkan latar belakang tersebut, ada dua rumusan masalah yang bertujuan untuk memfokuskan penelitian ini. Pertanyaan pertama adalah bagaimana makna denotasi dan konotasi dalam pesan dakwah Habib Hussein bin Ja'far Al Hadar dalam konten Jeda Nulis, khususnya dalam episode "Mengapa Gen Z Mudah Depresi?". Pertanyaan kedua adalah bagaimana isi pesan dakwah Habib Hussein bin Ja’far Al Hadar dalam konten Jeda Nulis pada episode "Kenapa Gen Z Mudah Depresi?. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang pesan dakwah yang terdapat pada akun YouTube Jeda Nulis dalam episode "Kenapa Gen Z Mudah Depresi?", dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Untuk mengungkap tanda dan makna pesan dakwah pada YouTube Jeda Nulis dalam episode tersebut, teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi dan dokumentasi. Sementara itu, teknik analisis data yang digunakan adalah analisis semiotika Roland Barthes. Teori Barthes membagi tanda berdasarkan penanda dan petanda, yang kemudian menghasilkan makna denotasi dan konotasi.
Penelitian ini menghasilkan dua kesimpulan. Pertama, makna denotasi dari pembahasan ini adalah bahwa pesan yang disampaikan berkaitan dengan fakta bahwa Gen Z menghadapi berbagai tantangan yang dapat menyebabkan depresi, seperti tekanan sosial, ekspektasi tinggi, dan dampak media sosial. Makna konotasi dari pembahasan ini mengandung arti yang lebih dalam, yaitu ajakan untuk memahami dan merespons tantangan tersebut dengan pendekatan spiritual dan sosial. Habib Ja’far mengajak Gen Z untuk tidak hanya melihat depresi sebagai masalah individu, tetapi juga sebagai fenomena sosial yang memerlukan dukungan komunitas dan pemahaman agama. Kedua, pesan dakwah ini mengingatkan kita untuk menerapkan prinsip-prinsip Islam dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam pekerjaan, hubungan sosial, interaksi dengan tetangga, serta dalam menghadapi ujian hidup seperti depresi, dengan landasan akidah yang kuat, akhlak yang mulia, dan syariat yang terjaga.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Subjects: | 20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2001 Communication and Media Studies > 200101 Communication Studies 20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2001 Communication and Media Studies > 200102 Communication Technology and Digital Media Studies |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 08 May 2025 02:32 |
| Last Modified: | 08 May 2025 02:32 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/32372 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
