Hidayatullah, Lukman Ali Imron (2025) Majlis Ta'lim Dimar Lembayung Sebagai Media Dakwah Pada Organisasi Pencak Silat SH Winongo Ranting Jatisrono. Masters thesis, IAIN Ponorogo.
Preview |
Text
302200122_LUKMAN ALI IMRON HIDAYATULLAH_KPI.pdf Download (2MB) | Preview |
Abstract
Majlis Ta'lim Dimar Lembayung sebagai sebuah wadah pembelajaran agama Islam memiliki peran yang strategis dalam menyebarkan nilai-nilai dakwah di kalangan masyarakat. Di era modern ini, aktivitas dakwah tidak lagi terbatas pada masjid atau pesantren, tetapi telah merambah ke berbagai komunitas, termasuk organisasi pencak silat seperti SH Winongo Ranting Jatisrono. Fenomena ini menunjukkan adanya keterkaitan antara budaya tradisional, seperti pencak silat, dengan pendidikan agama yang menjadi kebutuhan masyarakat dalam menjaga keseimbangan kehidupan spiritual dan fisik. Selain itu, penelitian ini juga penting karena dalam konteks keagamaan di masyarakat Jawa, pencak silat sering kali dihubungkan dengan nilai-nilai moral dan spiritual. Dakwah melalui media pencak silat dapat menjadi sarana yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai Islami tanpa terkesan memaksakan. Oleh karena itu, mempelajari hubungan antara dakwah dan pencak silat, khususnya di SH Winongo, menjadi relevan untuk dipahami.
Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif yang menggali informasi dan data secara mendalam. Objek penelitian ini adalah Majlis Ta;lim Dimar Lembayung dan Organisasi Pencak Silat SH Winongo Ranting Jatisrono. Subjek penelitian adalah anggota atau peserta Organisasi Pencak Silat SH Winongo Ranting Jatisrono. Teknik pengumpulan data menggunakan Teknik observasi, wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Bentuk dakwah yang digunakan adalah ceramah ( bil-lisan). Dakwah dengan ceramah yang diterapkan dalam Majlis Ta’lim Dimar Lembayung memiliki cara penyampaian materi agama dilakukan secara lisan yang memungkinkan anggota untuk mendengarkan dan memahami pesan-pesan dakwah dengan lebih jelas dan langsung. Strategi Dakwah yang diterapkan adalah strategi sentimental, rasional, dan indrawi. Strategi sentimental menyentuh perasaan anggota dengan menyampaikan ajaran agama yang berkaitan dengan nilai-nilai kemanusiaan, empati, dan kasih sayang. Strategi Rasional mengedepankan logika dan argumen yang kuat, membimbing anggota untuk memahami agama melalui pendekatan intelektual yang rasional dan berbasis pada prinsip-prinsip agama yang jelas. Sementara itu, strategi indrawi berfokus pada pengalaman langsung, misalnya melalui praktik ibadah yang dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari atau dalam sesi latihan pencak silat yang juga mengandung nilai-nilai spiritual. Dampak-dampak tersebut mencakup : a) Penguatan karakter dan moral anggota. b) Peningkatan kepedulian sosial. c) Menumbuhkan rasa persaudaraan dan memperkuat ikatan kekeluargaan dalam organisasi. d) Penguatan nilai-nilai agama.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Faiq Ainnurrofiq |
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2299 Other Philosophy and Religious Studies > 229999 Philosophy and Religious Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 21 May 2025 01:49 |
| Last Modified: | 21 May 2025 01:49 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/32664 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
