Fanisa, Nailur Rosidatul (2025) Peran Orang Tua Dalam Membentuk Jiwa Keagamaan Pada Anak di SDN Singosaren Kabupaten Ponorogo. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.
Preview |
Text
303210046_Nailur Rosidatul Fanisa_Bimbingan Penyuluhan.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Fanisa, Nailur Rosidatul, 2025. Peran Orang Tua Dalam Membentuk Jiwa Keagamaan Pada Anak Di SDN 1 Singosaren Kabupaten Ponorogo. Skripsi Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah. Jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam. Institut Agama Islam Negeri Ponorogo.
Pembimbing: Dr. Faiq Ainurrofiq, M.A
Kata Kunci: Peran orang tua, jiwa keagamaan, anak
Peran orang tua dalam membentuk jiwa keagamaan pada anak sangat diperlukan untuk menghadapi permasalahan yang terjadi akhir-akhir ini. Pendidikan keagamaan anak hendaknya ditanamkan sejak usia belia, agar jiwa keagamaan pada anak tertanam dengan baik. Masa kanak-kanak merupakan fase yang tepat untuk menanamkan keagamaan pada anak, karena pada fase ini anak mudah untuk menerima hal baru. Baik di sekolah maupun di lingkungan rumah. Ketika di rumah, anak akan menjadikan orang tua sebagai panutan. Apapun yang dikatakan dan dilakukan orang tua dalam kesehariannya akan dicontoh oleh anak.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kodisi perkembangan jiwa keagamaan anak, peran orang tua dalam membentuk perkembangan jiwa keagamaan anak, dan hasil dari cara orang tua membentuk jiwa keagamaan pada anak di SDN 1 Singosaren. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara melalui informan satu dengan yang lainnya secara bergantian, dan dokumentasi berupa gambar ketika proses wawancara dengan informan secara langsung. Data yang terkumpul kemudian direduksi, disajikan dan kemudian dilakukan penarikan Kesimpulan.
Adapun hasil penelitian ini adalah: anak di SDN 1 Singosaren memiliki latar belakang pendidikan agama yang baik dari orang tuanya. Mereka mulai mengenal agama melalui kebiasaan yang diterapkan di rumah oleh orang tuanya. Peran orang tua yang dilakukan dalam membentuk jiwa keagamaan pada anak dengan menerapkan pola asuh otoriter dengan cara mengharuskan anak menuruti perintah orang tua, otoritatif dengan cara mengajak anak untuk terlibat dalam diskusi, dan permisif yaitu, orang tua sangat terlibat namun tidak menuntut berlebih pada anak. Adapun hasil dari pembentukan pola asuh yang otoriter membuat anak malas dalam melakukan ibadah. Sedangkan anak dengan pola otoritatif cenderung menjadi anak yang lebih bertanggung jawab dan ceria dalam beraktifitas di sekolah. Tak jarang mereka juga lebih dekat dengan orang tuanya. Adapun pola asuh permisif menjadikan anak lebih semaunya dalam berinteraksi sosial, tak jarang mereka kurang menghormati orang yang lebih tua.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Faiq Ainurrofiq |
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2299 Other Philosophy and Religious Studies > 229999 Philosophy and Religious Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 22 May 2025 07:15 |
| Last Modified: | 22 May 2025 07:15 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/32717 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
