Anxiety (Kecemasan) Dan Cara Mengatasinya Menurut Sayyid Quthb Dalam Tafsir Fī Ẓilal Al-Qur’ān

Rahmawati, Wulan (2025) Anxiety (Kecemasan) Dan Cara Mengatasinya Menurut Sayyid Quthb Dalam Tafsir Fī Ẓilal Al-Qur’ān. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.

This is the latest version of this item.

[thumbnail of SKRIPSI WULAN RAHMAWATI IAT.pdf]
Preview
Text
SKRIPSI WULAN RAHMAWATI IAT.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Kecemasan adalah suatu kondisi emosional yang ditandai dengan perasaan tidak nyaman, yang sering kali disertai dengan perasaan takut, khawatir dan gelisah terhadap sesuatu yang belum diketahui pasti. Rasa takut merupakan bentuk kegelisahan ketika seseorang memperkirakan sesuatu yang ia benci akan menimpanya. Selain itu, kecemasan juga menggambarkan takut yang didasari oleh dugaan, yang mendorong seorang menyiapkan langkah-langkah guna menghindari sesuatu yang negatif.
Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan kualitatif, artinya penelitian ini fokus pada pemahaman mendalam dari berbagai sumber tertulis. Sumber utama penelitian ini adalah kitab Tafsir Fī Ẓilāl Al-Qur’ān, dan sumber pendukungnya adalah buku, jurnal, artikel, dan literatur lain yang relevan. Data yang terkumpul diolah dan dianalisis menggunakan metode deskriptif analitis, yaitu dengan menjelaskan penafsiran Sayyid Quthb secara teratur dan sistematis.
Hasil dari penelitian ini yaitu penafsiran Sayyid Quthb dalam Tafsir Fī Ẓilāl Al-Qur’ān terhadap fenomena anxiety (kecemasan) dan cara mengatasinya. Berdasarkan kajian terhadap sejumlah ayat Al-Qur’an seperti QS. Al-Baqarah ayat 155, QS. Al-An’am ayat 51, Qs. Al-Qashash ayat 21, Qs. Al-Ma’arij ayat 19-21, QS. Al-Ahzab ayat 19, Qs. Al-‘Ankabut ayat 10, Ar-Ra’du ayat 28, Qs. At-Taubah ayat 51, QS. Al-A’raf ayat 35, QS. Al-Baqarah ayat 153, Dan QS. Luqman ayat 34. Dari ayat tersebut ditemukan bahwa kecemasan adalah kondisi jiwa yang bersumber dari ketakutan terhadap masa depan, tekanan hidup, dan lemahnya iman. Sayyid Quthb menekankan bahwa kecemasan bukan hanya pengalaman emosional manusia, tetapi juga bagian dari sunnatullah untuk menguji kualitas keimanan. Solusi yang ditawarkan adalah pendekatan spiritual melalui dzikir, tawakal, sabar, shalat, dan berprasangka baik terhadap takdir Allah, yang semuanya bertujuan untuk menumbuhkan ketenangan jiwa. Selain itu, dalam sebuah penafsiran Sayyid Quthb memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya yaitu dalam hal gaya bahasa yang sederhana, dan mudah dipahami. Meski demikian, tafsirnya memiliki kekurangan, terutama dalam hal kurangnya penjelasan mendalam terhadap makna kata-kata dalam ayat dan keterbatasan Sayyid Qutb dalam penyusunan karyanya

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Muchlis Daroini
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2299 Other Philosophy and Religious Studies > 229999 Philosophy and Religious Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Jurusan Ilmu Al Qur’an dan Tafsir
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 23 May 2025 02:02
Last Modified: 23 May 2025 02:02
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/32726

Available Versions of this Item

Actions (login required)

View Item View Item