Mubarokah, Aisyatul (2025) Representasi Citra Pemerintah Indonesia Dalam Film Dokumenter Dirty Vote (Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.
Preview |
Text
302210011_AISYATUL MUBAROKAH_KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM.pdf Download (2MB) | Preview |
Abstract
Kata Kunci : Representasi Citra Pemerintah, Dirty Vote, Analisis Semiotika
Film Dirty Vote yang disutradarai oleh Dandhy Laksono dan menampilkan tiga pakar hukum Indonesia mendapat perhatian luas dengan 9,9 juta penonton. Film ini mengupas isu Pemilu 2024, seperti pemekaran Papua, penunjukan penjabat kepala daerah, serta dugaan ketidaknetralan pemerintah. Rilisnya film ini memicu kontroversi sebagian pihak menilai isinya sebagai kampanye hitam, sementara yang lain menganggapnya sebagai bentuk literasi politik. Perdebatan ini menunjukkan bagaimana media dokumenter berperan dalam membentuk opini publik dan menjadi arena pertarungan wacana, menegaskan ketegangan antara kekuasaan dan narasi independen dalam dinamika politik Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis representamen dalam film dokumenter Dirty Vote, (2) menjabarkan object yang terkandung di dalamnya, (3) mendeskripsikan interpretant yang terbentuk dari rangkaian tanda-tanda, serta (4) mengetahui bagaimana representasi citra pemerintah Indonesia dikonstruksi dalam film tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika Charles Sanders Peirce. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan kategori representamen, object, dan interpretant untuk memahami makna dari tanda-tanda visual dan verbal dalam film.
Berdasarkan hasil analisis, representamen dalam film Dirty Vote menggambarkan ketidaknetralan pemerintah dalam Pemilu 2024 melalui pola kekuasaan seperti penunjukan pejabat yang berpihak, manipulasi bantuan sosial, serta keputusan Mahkamah Konstitusi yang kontroversial. Object dalam film terdiri dari kliping berita, cuplikan video, dan regulasi hukum yang menunjukkan adanya mobilisasi sumber daya negara untuk kepentingan politik tertentu. Interpretant yang terbentuk menyiratkan bahwa demokrasi Indonesia telah direkayasa demi mempertahankan legitimasi kekuasaan. Citra pemerintah Indonesia dalam film ini direpresentasikan dalam tiga bentuk: citra bayangan (penyalahgunaan kekuasaan), citra yang berlaku (keterlibatan pejabat dalam politik praktis), dan citra majemuk (peran kepala desa dalam dinamika politik nasional).
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Galih Akbar Prabowo |
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2299 Other Philosophy and Religious Studies > 229999 Philosophy and Religious Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 23 May 2025 02:05 |
| Last Modified: | 23 May 2025 02:05 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/32732 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
