Novianti, Cici (2025) KONSEP KEPEMIMPINAN DALAM AL-QUR’AN (Studi Komparatif Tafsir Al-Azhar Karya Buya Hamka dan Qur’an and Woman Karya Amina Wadud). Undergraduate (S1) thesis, IAIN PONOROGO.
Preview |
Text
SKIRPSI - CICI NOVIANTI (301210024).pdf Download (2MB) | Preview |
Abstract
Kepemimpinan merupakan amanah serta tanggung jawab yang tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada orang-orang yang dipimpinnya saja, melainkan juga akan dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT. Namun kepemimpinan di sini masih memiliki banyak pro dan kontra tentang siapa yang pantas untuk menduduki posisi sebagai pemimpin, khususnya pada kepemimpinan dalam islam. Sebagian besar mufassir di era kontemporer sepakat bahwa dalam hal apapun posisi pemimpin lebih layak diduduki oleh laki-laki. Namun pada zaman yang
semakin berkembang, kedudukan sebagai pemimpin dapat diduduki oleh siapapun tanpa memandang laki-laki atau perempuan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran Buya Hamka dalam tafsir Al-Azhar dan Amina Wadud dalam buku Qur’an and Woman. Kedua pemikir muslim tersebut sama-sama hidup pada era kontemporer namun memiliki pandangan yang berbeda pada konsep kepemimpinan dalam Al-Qur’an. Penulis memilih tema kepemimpinan dalam Al-Qur’an sebagai pembahasan. Adapun metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) serta menggunakan teknik analisis deskriptif-analisis untuk menguraikan dan menjelaskan tema yang dibahas.
Diperoleh hasil dari penelitian ini bahwa penulis menemukan bahwa Buya Hamka dan Amina Wadud memiliki pandangan yang sama terhadap makna khali>fah, yakni seseorang yang diturunkan ke muka bumi yakni Nabi Adam dan keturunanya kemudian diberikan amanah dan tanggungjawab yang wajib untuk
dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan. Sementara itu pada makna qawwa>m, Buya Hamka memandang pada surah An-Nisa>‘ ayat 34 sebagai kepemimpinan dalam rumah tangga yang mana laki-laki diberikan amanah untuk menjadi seorang pemimpin sebab laki-laki memiliki kelebihan berdasarkan fitrah yang
diberikan oleh Allah.
Sementara itu Amina Wadud memaknai qawwa>m sebagai konsep
fungsionalis antara laki-laki dan perempuan yang pada fitrahnya memiliki tanggungjawab masing-masing. Perempuan memiliki tanggungjawab untuk melahirkan generasi, dan laki-laki memiliki tanggungjawab untuk memberikan perlindungan fisik dan material. Sehingga dalam hal ini baik laki-laki maupun perempuan berhak memiliki gelar qawwa>m apabila menjalankan tanggungjawabnya dengan baik.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Ahmad Munir |
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2299 Other Philosophy and Religious Studies > 229999 Philosophy and Religious Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Jurusan Ilmu Al Qur’an dan Tafsir |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 04 Jun 2025 02:18 |
| Last Modified: | 04 Jun 2025 02:18 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/33034 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
