Tinjauan Normatif Terhadap Pemenuhan Hak Nafkah Anak Pasca Perceraian (Studi Kasus di Desa Tanjung Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan)

Aprilia, Dewi (2025) Tinjauan Normatif Terhadap Pemenuhan Hak Nafkah Anak Pasca Perceraian (Studi Kasus di Desa Tanjung Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.

[thumbnail of SKRIPSI DEWI ETHESES.pdf]
Preview
Text
SKRIPSI DEWI ETHESES.pdf

Download (923kB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Aprilia, Dewi. 2025. Tinjauan Normatif Terhadap Pemenuhan Hak Nafkah Anak Pasca Perceraian (Studi Kasus di Desa Tanjung Kecamatan Bendo
Kabupaten Magetan). Skripsi. Jurusan Hukum Keluarga Islam.
Fakultas Syariah. Institut Agama Islam Negeri Ponorogo, Pembimbing Achmad Baihaqi, M.H.
Kata Kunci/Keyword: Pemenuhan Hak Nafkah Anak Pasca Perceraian, Fikih Munakahat, Kompilasi Hukum Islam.
Seringkali, pemenuhan hak nafkah anak setelah perceraian menjadi persoalan karena munculnya hak yang terabaikan. Akibatnya, ayah kerap kali tidak menjalankan kewajibannya memberi nafkah, sehingga hak anak tidak terpenuhi sepenuhnya. Meskipun orang tua telah berpisah, tanggung jawab menafkahi anak tetap melekat pada mereka, terutama ayah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, dimana di Desa Tanjung ini ada beberapa ayah yang mengabaikan terkait dengan pemenuhan hak nafkah anak tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemenuhan hak nafkah anak pasca perceraian, dengan studi kasus di Desa Tanjung, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan. Perceraian seringkali berdampak negatif pada anak, salah satunya adalah masalah pemenuhan hak nafkah.
Peneliti mengambil rumusan masalah: 1) Bagaimana pemenuhan hak nafkah anak pasca perceraian Perspektif Fikih Munakahat? dan 2) Bagaimana pemenuhan hak nafkah anak pasca perceraian Perspektif Kompilasi Hukum Islam?. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research). Pegolahan datanya berdasarkan apa yang diperoleh dari data lapangan tersebut. Teknik pengumpulan datanya berdasarkan hasil wawancara dan juga dokumentasi langsung dilapangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam fikih munakahat menegaskan bahwa ayah tetap berkewajiban memberikan nafkah kepada anaknya meskipun telah terjadi perceraian. Kewajiban ini tidak gugur kecuali ayah benar-benar tidak mampu karena sebab syar’i, seperti sakit parah atau tidak memiliki penghasilan sama sekali. Dalam praktik di Desa Tanjung, terdapat perbedaan antara ayah yang tetap menunaikan kewajiban nafkah dan ayah yang menggabai, seringkali disebabkan oleh faktor ekonomi, konflik, atau tidak adanya komunikasi. Serta dalam Pemenuhan Hak Nafkah Anak Pasca Perceraian menurut Kompilasi Hukum Islam ayah berkewajiban menanggung nafkah anak meskipun perceraian telah terjadi, kenyataan di Desa Tanjung pemenuhan nafkah anak masih belum sepenuhnya terlaksana. Banyak ayah yang tidak menunaikan kewajibannya, sehingga berdampak pada kesejahteraan dan perkembangan anak tersebut.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Achmad Baihaqi
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 13 Jun 2025 06:29
Last Modified: 13 Jun 2025 06:29
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/33401

Actions (login required)

View Item View Item