Tradisi Pembacaan Ayat Al-ḥirz di Pondok Pesantren Al-Munjiyyah Duri Sawo Ponorogo (Studi Living Qur’an).

Fantini, Nur Azmi Intan (2025) Tradisi Pembacaan Ayat Al-ḥirz di Pondok Pesantren Al-Munjiyyah Duri Sawo Ponorogo (Studi Living Qur’an). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.

[thumbnail of 301210071_Nur Azmi Intan Fantini_ilmu Al-Qur'an dan Tafsir.pdf]
Preview
Text
301210071_Nur Azmi Intan Fantini_ilmu Al-Qur'an dan Tafsir.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Fantini, Nur Azmi Intan. 2025. Tradisi Pembacaan Ayat al-Ḥirz (Studi Living Qur’an di Pondok Pesantren Al-Munjiyyah Duri Sawo Ponorogo). Skripsi. Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing: Moh. Alwy Amru G., M.S.I.

Kata Kunci: Ayat Al-Ḥirz, Tradisi Pesantren, Living Qur’an, Alfred Schutz, Fenomenologi

Penelitian ini membahas tradisi pembacaan ayat al-ḥirz di Pondok Pesantren Putri Al-Munjiyyah Duri Sawo Ponorogo sebagai salah satu bentuk manifestasi Living Qur’an dalam kehidupan komunitas pesantren. Tradisi ini dilaksanakan setiap pagi setelah salat subuh oleh para santri sebagai bagian dari wirid harian yang diyakini mampu memberikan perlindungan dari gangguan fisik maupun non-fisik, serta mendatangkan keberkahan. Tradisi ini bersumber dari amalan yang berkembang di beberapa pesantren salafiyah, dan telah menjadi bagian integral dari aktivitas spiritual di pesantren tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik pembacaan ayat al-ḥirz, menganalisis motif para santri dalam mengamalkannya, serta menggali makna subjektif yang terkandung dalam tradisi tersebut. Untuk menjawab tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi sosial Alfred Schutz. Data diperoleh melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap santri dan pengurus pesantren.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pembacaan ayat al-ḥirz tidak hanya dilihat sebagai kegiatan rutin, tetapi juga sebagai bentuk kesadaran religius yang dipengaruhi oleh pengalaman spiritual, lingkungan sosial, dan nilai-nilai pesantren. Motif tindakan para santri dapat dianalisis menggunakan konsep Schutz: motif in-order-to berkaitan dengan harapan memperoleh perlindungan dan keberkahan, sedangkan motif because-of mengacu pada keyakinan turun-temurun dan tradisi pesantren yang sudah melekat dalam keseharian mereka. Tradisi ini mencerminkan bagaimana al-Qur’an tidak hanya dibaca sebagai teks, tetapi juga dihidupkan melalui praktik-praktik sosial dan spiritual yang bermakna.
Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian Living Qur’an dengan menekankan pentingnya pemaknaan subjektif dalam memahami interaksi umat Islam dengan al-Qur’an, serta memperlihatkan bahwa pesantren menjadi ruang penting bagi pelestarian tradisi keagamaan yang berbasis pada pengalaman dan nilai-nilai lokal.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Moh. Alwy Amru
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2299 Other Philosophy and Religious Studies > 229999 Philosophy and Religious Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Jurusan Ilmu Al Qur’an dan Tafsir
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 19 Jun 2025 02:40
Last Modified: 19 Jun 2025 02:40
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/34002

Actions (login required)

View Item View Item