Nur Cholis, Irvan (2025) Analisis Maqāṣid Al-SharīʿAhterhadap Perceraian Sebagai Solusi Untuk Mencapai Kemaslahatan Keluarga (Studi di Desa Padi Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.
Preview |
Text
SKRIPSI FIKS.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Salah satu masalah yang sering memicu perceraian yang diajukan oleh pihak istri, adalah ketidakmampuan suami dalam memberikan nafkah. Berdasarkan data Pengadilan Agama Pacitan tahun 2024 permasalahan ekonomi menjadi faktor dominan dalam kasus perceraian yang terjadi di Desa Padi, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan. Mayoritas gugatan cerai berasal dari istri karena beban ekonomi yang tidak tertangani. berangkat dari kasus tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pertimbangan keluarga dalam menjadikan perceraian sebagai solusi atas tekanan ekonomi, serta menganalisisnya melalui pendekatan Maqasid Syariah guna mengetahui apakah keputusan tersebut sesuai dengan nilai-nilai syariat, khususnya dalam menjaga harta dan jiwa.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Menjelaskan Bagaimana analisis Maqāṣid al-sharīʿahterhadap Perceraian sebagai solusi untuk mencapai kemaslahatan keluarga dan Bagaimana analisis Maqāṣid al-sharīʿah terhadap dampak dari perceraian.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Lokasi penelitian difokuskan di Desa Padi, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap para pihak yang terkait dalam proses perceraian, seperti istri yang mengajukan cerai, tokoh agama, dan aparat desa.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa Dalam perspektif maqāṣid asy-syarī‘ah, perceraian sejatinya dibolehkan sebagai sarana menjaga lima aspek pokok kehidupan: agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Idealnya, perceraian menjadi solusi terakhir untuk melindungi kemaslahatan individu dan keluarga dari kerusakan yang lebih besar akibat konflik rumah tangga. Namun, realitas yang terjadi di Desa Padi menunjukkan bahwa tujuan-tujuan tersebut belum sepenuhnya tercapai. Perceraian justru memperburuk kondisi ekonomi, menimbulkan beban psikologis, stigma sosial, gangguan kesehatan mental, serta menghambat tumbuh kembang anak. Artinya, meskipun secara normatif perceraian dapat dibenarkan dalam Islam, pelaksanaannya di lapangan masih menyisakan persoalan yang perlu ditangani secara komprehensif melalui dukungan sosial, ekonomi, dan hukum agar nilai-nilai maqāṣid asy-syarī‘ah benar-benar terwujud.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Khotifatul Defi Nofitasari |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 19 Jun 2025 04:06 |
| Last Modified: | 19 Jun 2025 04:06 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/34006 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
