Wafin, IzzanGhani (2025) Larangan Praktik Penyimpangan Seksul Dalam Al-Qur'an Perpsektif Tafsir Maqashidi. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.
Preview |
Text
SKRIPSI SIAP PUBLIKASI.pdf Download (968kB) | Preview |
Abstract
Setiap masyarakat memiliki norma yang berbeda terkait seksualitas, dan apa yang dianggap penyimpangan di satu budaya mungkin diterima di budaya lain. Penyimpangan seksual merujuk pada perilaku atau aktivitas seksual yang dianggap tidak sesuai dengan norma-norma sosial, budaya, atau hukum yang berlaku dalam suatu masyarakat. Istilah ini mencakup berbagai bentuk perilaku yang menyimpang dari apa yang umumnya dianggap sebagai perilaku seksual "normal." . Selain itu, perubahan zaman dan pengaruh globalisasi membawa dampak pada pandangan masyarakat terhadap seksualitas, dengan isu-isu seperti hak asasi manusia dan kesetaraan gender yang mengubah cara pandang banyak orang.
Penelitian ini berjenis penelitian pustaka penelitian pustaka (library research), dan bersifat deskriptif. Adapun pengumpulan dan pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan metode maudhu’i dalam surah. Sumber primer yang peneliti gunakan adalah Al-Qur’an. Dan sumber sekunder adalah tafsir tafsir baik klasik maupun modern dan beberapa karya ilmiah yang berhubungan langsung dengan judul penelitian. Metode yang digunakan untuk menganalisis data pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode tafsir Maqashidi Abdul Mustaqim. Dalam pengambilan kesimpulan, metode yang digunakan adalah metode deduktif.
Adapun rumusan masalah dalam yang dibahas dalam skripsi ini yaitu 1. Bagaimana bentuk-bentuk larangan praktik seks yang menyimpang dalam Al Qur’an? 2. Apa tujuan pelarangan seks yang menyimpang dalam Al-Qur’an?
Adapun hasil penelitian ini adalah menunjukkan bahwa bentuk-bentuk penyimpangan seksual memiliki dampak negatif signifikan terhadap struktur keluarga dan moralitas sosial, dengan homoseksualitas dianggap melampaui batas dan bertentangan dengan fitrah manusia, serta zina dan inses yang melanggar ikatan pernikahan dan batasan keluarga yang ditetapkan oleh Allah. Praktik-praktik ini tidak hanya merusak integritas keluarga, tetapi juga dapat menghancurkan tatanan sosial yang telah ada. Dalam konteks ini, Al-Qur'an memberikan pedoman yang jelas mengenai norma-norma seksual yang harus dipegang oleh umat Islam, sehingga diharapkan setiap individu dapat memahami dan melaksanakan ajaran tersebut demi kebaikan bersama.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Anwar Mujahidin |
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2299 Other Philosophy and Religious Studies > 229999 Philosophy and Religious Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Jurusan Ilmu Al Qur’an dan Tafsir |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 23 Jun 2025 07:12 |
| Last Modified: | 23 Jun 2025 07:12 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/34248 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
