Makna Esoterik Shalat dalam Tafsir Jawa (Kajian Surah al-Baqarah dalam Tafsir Faid ar-Rahman karya KH. Sholeh Darat)

Auliya, Afida (2025) Makna Esoterik Shalat dalam Tafsir Jawa (Kajian Surah al-Baqarah dalam Tafsir Faid ar-Rahman karya KH. Sholeh Darat). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.

[thumbnail of 301210005_AFIDA AULIYA_IAT.pdf]
Preview
Text
301210005_AFIDA AULIYA_IAT.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta tentang adab pelaksanaan shalat yang perlu diperhatikan baik secara zahir maupun batin. Teori esoterik makna al-Qur’an menyebutkan bahwa teks, simbol, atau praktik agama mengandung makna yang lebih dalam daripada yang tampak di permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) makna esoterik shalat dalam kitab tafsir Fai>d} Ar-Rahma>n dan (2) relevansi penanaman makna esoterik shalat dalam konteks kekinian.
Jenis penelitian ini adalah library research atau penelitan pustaka dengan menggunakan pendekatan kualitatif, artinya penelitian ini fokus pada pemahaman mendalam dari berbagai sumber tertulis. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi, dari sumber utama yakni tafsir Fai>d} Ar-Rahma>n dan dari sumber pendukung yang berupa buku, jurnal, artikel, maupun literatur lain yang relevan. Data yang terkumpul selanjutnya diolah dan dianalisis menggunakan teori esoterik makna al-Qur’an.
Hasil dari penelitian ini menyimpulkan: (1) makna esoterik shalat dalam kitab tafsir Fai>d} Ar-Rahma>n dimaknai bahwa shalat tidak hanya dilaksanakan secara lahiriyyah saja, namun perlu memperhatikan unsur batiniyyah juga. Shalat yang dilakukan dengan penuh pemaknaan dapat dijadikan sarana muro>qobah al-qolbi (hati merasa diawasi oleh Sang Pencipta) dan membersihkan hati dari hubb ad-dunya. Shalat juga dimaknai dawa>m al-wuqu>f al-qalbi dan ‘uku>f ala> ba>b al-ghaib, serta hadrah al-qalbi. Shalat dilakukan dengan penuh rasa khusyu>k, tawa>dhu’, haibah, dan khauf. Shalat juga merupakan amalan yang bisa membuat seorang hamba berada pada posisi kesaksian (musya>hadah). (2) relevansi penanaman makna esoterik shalat dalam konteks kekinian dilakukan dengan menanamkan kesadaran bahwa shalat bukan hanya sekedar unsur ritual (eksoterik) semata, namun juga melibatkan unsur spiritualis (esoterik) juga. Permasalahan di masyarakat berupa kurangnya kekhusyukan dapat diatasi dengan penanaman rasa khusyuk dan tawadhu’, serta wuqu>f al-qalbi dan ‘uku>f. Permasalahan krisis moral dan spiritual dapat diatasi dengan hadrah al-qalbi (menghadirkan hati bahwa Allah ada di dekat kita) serta membersihkan hati dari hubb ad-dunya (cinta dunia) dan tamak. Permasalahan kelalaian dalam shalat serta hidup dengan prinsip hedonisme dapat diatasi dengan penanaman rasa haibah dan khauf supaya lebih berhati-hati akan segala perbuatannya, baik maupun buruk.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Ahmad Faruk
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2299 Other Philosophy and Religious Studies > 229999 Philosophy and Religious Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Jurusan Ilmu Al Qur’an dan Tafsir
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 25 Jun 2025 01:42
Last Modified: 25 Jun 2025 01:42
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/34382

Actions (login required)

View Item View Item