Keselamatan Agama Selain Islam: Kajian Pluralisme Terhadap QS. Al-Baqarah Ayat 62 Dalam Tafsir Ibnu Katsir

Pandyadinnata, Arjuna (2025) Keselamatan Agama Selain Islam: Kajian Pluralisme Terhadap QS. Al-Baqarah Ayat 62 Dalam Tafsir Ibnu Katsir. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.

[thumbnail of 301210017_Arjuna Pandyadinnata_Ilmu Al-Quran dan Tafsir.pdf]
Preview
Text
301210017_Arjuna Pandyadinnata_Ilmu Al-Quran dan Tafsir.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Latar belakang ini berkaitan dengan fenomena permasalahan keselamatan agama di tengah keberagaman agama yang di mana masalah ini muncul berbagai pandangan bagaimana keselamatan agama selain Islam di akhirat kelak, terutama dalam konteks paham pluralisme agama yaitu sebuah pemahaman yang mengatakan bahwa semua agama itu sama-sama benar dan semua agama akan mendapatkan keselamatan.
Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (Library Research) dan berfokus pada cara analisis isi (content analisisys) yaitu fokus penafsiran kitab Ibnu Katsir berupa dokumentasi pada QS. Al-Baqarah ayat 62. Adapun teknik analisis datanya yaitu dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran Ibnu Katsir pada QS. Al-Baqarah ayat 62 yang dimaksud orang Yahudi, Nasrani, dan Shabi’in itu yaitu sebuah kaum terdahulu yang diutus sebelum datangnya Nabi Muhammad SAW sebagai penutup para Nabi dan Rasul. Bagi mereka siapa beriman kepada Allah, hari akhirat, berbuat kebaikan, serta mengikuti ajaran atau syariat Nabi mereka selama diutus pada zamannya, maka mereka itu yang akan mendapatkan keselamatan. Sehingga penafsiran Ibnu Katsir ini menunjukkan menolak paham pluralisme dan bersikap eksklusif, keselamatan dapat diraih dengan mengikuti syariatnya Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul terakhir, serta harus memeluk agama Islam. Sehingga agama selain Islam tidak mendapat keselamatan di akhirat kelak, kecuali dengan memeluk agama Islam serta mengikuti syariatnya Nabi Muhammad SAW. Adapun relevansi penafsiran Ibnu Katsir jika dihubungkan dengan masyarakat plural saat ini tetap relevan asalkan kita harus bersikap toleransi, saling menghargai, dan menghormati yang berbeda keyakinan dengan kita, meskipun ajaran mereka berbeda dengan kita itu salah. Toleransi itu saling menghargai dan menerima di tengah realitas kemajemukan masyarakat, sehingga masyarakat dapat hidup rukun dan damai, tidak perlu menganggap semua agama itu sama dan benar seperti paham pluralisme.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Umar Faruq Thohir
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2299 Other Philosophy and Religious Studies > 229999 Philosophy and Religious Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Jurusan Ilmu Al Qur’an dan Tafsir
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 25 Jun 2025 03:29
Last Modified: 25 Jun 2025 03:29
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/34407

Actions (login required)

View Item View Item