MOHON DILENGKAPI LEMBAR PERNYATAAN PUBLIKSI KEMUDIAN KIRIM ULANG Konsep Isti'anah Dalam Al-Qur'an

Nur Qurothilya, Ferah (2025) MOHON DILENGKAPI LEMBAR PERNYATAAN PUBLIKSI KEMUDIAN KIRIM ULANG Konsep Isti'anah Dalam Al-Qur'an. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.

[thumbnail of SKRIPSI_Ferah_Nur_Qurothilya_IAT-watermark.pdf]
Preview
Text
SKRIPSI_Ferah_Nur_Qurothilya_IAT-watermark.pdf

Download (3MB) | Preview

Abstract

Konsep isti‘ānah (permohonan pertolongan) dalam Al-Qur’an merupakan bagian penting dari ajaran tauhid, khususnya dalam aspek penghambaan dan ketergantungan manusia kepada Allah. Meskipun sering disebut dalam doa dan ibadah, pemahaman mendalam mengenai ayat-ayat yang memuat konsep isti‘ānah masih jarang dikaji secara tematik. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya menjawab bagaimana makna dan pesan isti‘ānah dalam tujuh ayat Al-Qur’an: QS. Al-Fātiḥah: 5, Al-Baqarah: 45 dan 153, Al-Mā’idah: 2, Al-Furqān: 4, Al-Kahf: 95, dan Al-A‘rāf: 128. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana konsep isti‘ānah menurut analisis semantik dan lingustik, dijelaskan dalam masing-masing ayat dan apa bentuk integrasinya dalam kehidupan beragama.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan library research dan metode tafsir tematik (mawḍū‘ī). Data primer berupa tujuh ayat Al-Qur’an yang memuat lafaz isti‘ānah, dan dianalisis dengan merujuk pada berbagai kitab tafsir klasik dan kontemporer, baik berbahasa Arab maupun Indonesia, seperti Tafsīr al-Jāmi‘ li Aḥkām al-Qur’ān, Tafsīr al-Azhar, Fī Ẓilāl al-Qur’ān, dan lainnya. Teknik analisis dilakukan melalui klasifikasi ayat-ayat, analisis semantik, serta penggalian makna kontekstual dan implikatif dari masing-masing ayat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep isti‘ānah dalam Al-Qur’an tidak terbatas pada aspek permohonan spiritual kepada Allah, tetapi juga meliputi kerja keras, sabar, tolong-menolong dalam kebaikan, serta kesadaran akan kekuasaan Ilahi dalam menghadapi tantangan. Setiap ayat memuat karakteristik khas dalam penggambaran isti‘ānah, seperti ketundukan dalam ibadah (Al-Fātiḥah: 5), pentingnya sabar dan salat sebagai sarana pertolongan (Al-Baqarah), hingga urgensi kontribusi sosial dan spiritual (Al-Mā’idah dan Al-Kahf). Dengan demikian, isti‘ānah bersifat multidimensi dan kontekstual dalam kehidupan manusia.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa isti‘ānah dalam Al-Qur’an merupakan konsep integratif yang memadukan antara penghambaan spiritual kepada Allah dengan tindakan nyata di dunia. Konsep ini mendorong manusia untuk terus bersandar kepada Allah dalam segala urusan, sekaligus aktif berusaha dan menjaga relasi sosial yang berlandaskan nilai ketakwaan. Konsep ini sangat relevan diterapkan dalam kehidupan kontemporer, baik dalam aspek pribadi, sosial, maupun spiritual.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Ahmad Munir
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2299 Other Philosophy and Religious Studies > 229999 Philosophy and Religious Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Jurusan Ilmu Al Qur’an dan Tafsir
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 26 Jun 2025 08:36
Last Modified: 26 Jun 2025 08:36
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/34553

Actions (login required)

View Item View Item