Model Komunikasi Kyai dalam meningkatkan prestasi belajar Santri Korban Boken Home di Pondok Pesantren An-Nuur Trisono Babadan Ponorogo

Nazah Burhan, Imro'atul Hidayatun (2025) Model Komunikasi Kyai dalam meningkatkan prestasi belajar Santri Korban Boken Home di Pondok Pesantren An-Nuur Trisono Babadan Ponorogo. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.

[thumbnail of 302180023_Imro'atul Hidayatun Nazah Burhan_KPI.pdf]
Preview
Text
302180023_Imro'atul Hidayatun Nazah Burhan_KPI.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Broken home atau keluarga tidak utuh adalah gambaran keluarga yang berantakan, tidak utuh dan tidak harmonis lagi karena orang tua yang saling berselisih, saling bertikai, hingga berakhir pada perceraian. Keluarga broken home yang sudah memiliki anak pastinya berdampak buruk terhadap anaknya, karena anak dari korban broken home pasti memiliki perbedaan dari anak yang memiliki keluarga yang utuh, baik dari segi emosional, kasih sayang orang tua yang utuh, rasa tidak percaya diri, dan komunikasi yang buruk. Meskipun terdapat keluarga broken home yang masih memiliki komunikasi baik dengan pasangan demi mental dan emosional anak. Anak yang memiliki latar belakang keluarga broken home sering berperilaku negatif, karena mereka memiliki faktor psikologis dan emosional yang tidak menentu.
Di pondok An-Nuur juga terdapat santri yang memiliki latar belakang keluarga yang broken home, yang mana di pondok sering melanggar peraturan pondok. Peraturan yang sering dilanggar salah satunya sering tidak mengikuti kegiatan pondok, selain itu santri broken home sering berbohong, suka menyendiri, dan memiliki temperamen yang tinggi. Oleh karena itu, Sebagai respon terhadap kondisi sebagian santri yang mengalami latar belakang keluarga tidak harmonis atau broken home, pondok pesantren menyusun dan mengimplementasikan program pembinaan yang bersifat terapeutik, yang tidak hanya berfokus pada pemulihan kondisi psikologis dan emosional para santri, tetapi juga bertujuan untuk membentuk karakter, meningkatkan kepercayaan diri, serta menciptakan lingkungan yang suportif agar para santri dapat tumbuh dan berkembang secara optimal di tengah keterbatasan dukungan keluarga yang mereka alami.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk komunikasi kyai dengan santri korban broken home di pondok pesantren An-Nuur dan implikasi model komunikasi kyai dengan santri dalam prestasi belajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data yaitu menggunakan wawancara, observasi, dan doumentasi.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa model komunikasi kyai dengan santri korban broken home menggunakan komunikasi satu arah dan dua arah. Anak yang memiliki latar belakang keluarga broken home sangat berpengaruh pada prestasi belajar santri. Dengan adanya pendekatan antara kyai dan santri, prestasi belajar santri korban broken home mengalami peningkatan. Santri menjadi lebih rajin belajar, disiplin, dan bisa mengendalikan emosi dengan baik.

Kata Kunci: Model Komunikasi, Broken Home dan Prestasi Belajar

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Anwar Mujahidin
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2299 Other Philosophy and Religious Studies > 229999 Philosophy and Religious Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 30 Jun 2025 01:49
Last Modified: 30 Jun 2025 01:49
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/34590

Actions (login required)

View Item View Item