SUKMA, DARUL (2025) TAMBAHKAN WATERMARK KEMUDIAN KIRIM ULANG -- Relevansi Konsep Qiwa>mah Terhadap Perubahan Tanggung Jawab Nafkah Perspektif Amina Wadud (Studi Kasus di Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun). Masters thesis, UIN Ponorogo.
Preview |
Text
Tesis Darul Sukma.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK
Sukma, Darul, 2025. Relevansi Konsep qiwa>mah Terhadap Perubahan Tanggung Jawab Nafkah Perspektif Amina Wadud (Studi Kasus di Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun) Jurusan Hukum Keluarga Islam Pascasarjana Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.
Kata kunci/keywords: Relevansi, Konsep Qiwa>mah, Perubahan Nafkah
Fenomena perubahan tanggung jawab nafkah terjadi di masyarakat, termasuk di Kecamatan Dagangan, di mana istri menjadi tulang punggung keluarga saat suami sakit atau penghasilannya rendah. Maka konsep qiwa>mah klasik yang menganggap suami mutlak sebagai pemimpin dalam keluarga perlu dipertanyakan bila dibandingkan dengan konsep qiwa>mah gagasan Amina Wadud yang menawarkan reinterprestasi terhadap ayat tentang kepemimpinan yakni surah an-Nisa> ayat 34. Amina memisahkan antara kepemimpinan keluarga dengan kewajiban nafkah. Amina memandang kepemimpinan itu bentuk kewajiban terhadap moral, perlindungan dan manajemen dalam rumah tangga bukan sebagai superioritas antara suami dan istri. Aminan menekankan bahwa kepemimpinan dapat dijalankan dengan kesepakatan bersama antara suami dan istri.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pemahaman konsep qiwa>mah menurut masyarakat Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun dan bagaimana relevansi konsep qiwa>mah terhadap perubahan tanggung jawab nafkah perspektif Amina Wadud di Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun
Adapun Jenis penelitian yang diterapkan oleh peneliti merupakan penelitian yang berjenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Peneliti mengambil lokasi di Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. Tehnik pengumpulan data yakni observasi, dokumentasi dan wawancara, adapun wawancara dilakukan pada keluarga yang mengalami perubahan tanggung jawab nafkah dan kepala KUA Kecamatan Dagangan.
Hasil dari penelitian ini adalah pertama pemahaman masyarakat Kecamatan Dagangan terhadap konsep qiwa>mah dalam keluarga adalah pemimpin yakni suami memiliki tanggung jawab utama untuk mengayomi, melindungi, membimbing, menjadi pengambil keputusan penting, dan memenuhi nafkah lahir maupun batin. Kedua, konsep qiwa>mah Amina Wadud relevan dengan praktik di Kecamatan Dagangan. Meskipun tidak secara eksplisit sebagai ideologi, prinsipnya sudah diadopsi oleh mayoritas rumah tangga. Mereka memisahkan otoritas dari nafkah dan menjalankan kepemimpinan yang lebih adil dan adaptif (kolaboratif), sebagai respons atas peran nafkah istri. Meskipun pandangan qiwa>mah mayoritas ulama masih dipertahankan.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Saifullah dan Abid Rohmanu |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Studi Magister al-Ahwal al-Syakhshiyyah |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 05 Dec 2025 01:19 |
| Last Modified: | 05 Dec 2025 01:19 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/35969 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
