Perspektif Maqa>s}id ash-Shari>’ah Dalam Praktik Kerjasama Penggarapan Sawah Di Kelurahan Setono Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo

Saputra, Afrizal Ongki (2025) Perspektif Maqa>s}id ash-Shari>’ah Dalam Praktik Kerjasama Penggarapan Sawah Di Kelurahan Setono Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo. Undergraduate (S1) thesis, UIN Ponorogo.

[thumbnail of 102210005_AFRIZAL ONGKI SAPUTRA_ HUKUM EKONOMI SYARIAH_2025.pdf]
Preview
Text
102210005_AFRIZAL ONGKI SAPUTRA_ HUKUM EKONOMI SYARIAH_2025.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Saputra, Afrizal Ongki 2025. Perspektif Maqa>s}id ash-shari>‘ah Dalam Praktik Kerjasama Penggarapan Sawah Di Kelurahan Setono Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo. Skripsi Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Pembimbing Dr. Moh. Mukhlas, M.Pd.
Kata Kunci/Keywords : Maqa>s}id ash-shari>‘ah, Kerjasama, Bagi Hasil.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih dominannya praktik kerjasama penggarapan sawah secara lisan di Kelurahan Setono, yang meskipun berjalan berdasarkan kepercayaan, namun menyisakan persoalan keadilan, ketidakjelasan akad, serta ketidakseimbangan pembagian risiko. Dengan menggunakan landasan teori maqa>s}id ash-shari>‘ah meliputi perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta serta kajian pustaka mengenai sistem bagi hasil pertanian, penelitian ini bertujuan menilai kesesuaian praktik lokal dengan prinsip kemaslahatan syariah.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana perspektif maqa>s}id ash-shari>‘ah terhadap akad (perjanjian) yang digunakan dalam praktik kerjasama penggarapan sawah antara pemilik lahan dan petani penggarap di Kelurahan Setono Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo? (2) bagaimana implementasi sistem bagi hasil dalam praktik kerjasama penggarapan sawah yang ditinjau dari perspektif maqa>s}id ash-shari>‘ah di Kelurahan Setono Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo?
Metode yang digunakan adalah kualitatif lapangan dengan pendekatan normatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan petani penggarap, pemilik lahan, dan tokoh agama masyarakat setempat, serta dokumentasi pendukung. Analisis yang dilakukan menggunakan induktif berdasarkan lima pilar maqa>s}id ash-shari>‘ah, yaitu perlindungan terhadap agama (hifz} al-di>n), jiwa (hifz} al-nafs), akal (hifz} al-’aql), keturunan (hifz} al-nasl), dan harta (hifz} al-ma>l).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa akad kerjasama masih dilakukan secara lisan tanpa pencatatan, sehingga menimbulkan potensi gharar dan melemahkan perlindungan harta bagi pihak yang berposisi lebih lemah. Sistem bagi hasil menempatkan penggarap sebagai penanggung utama seluruh biaya produksi, sedangkan pemilik lahan menerima bagian tetap tanpa berbagi risiko secara proporsional. Kondisi ini belum sepenuhnya memenuhi prinsip keadilan dan kemaslahatan dalam maqa>s}id ash-shari>‘ah. Penelitian ini menyimpulkan perlunya penguatan literasi hukum syariah, penyusunan akad yang lebih jelas, serta distribusi risiko yang lebih seimbang agar praktik bagi hasil dapat selaras dengan nilai-nilai maqasid dan mendukung kesejahteraan masyarakat.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Moh. Mukhlas
Subjects: 14 ECONOMICS > 1499 Other Economics > 149999 Economics not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 08 Dec 2025 07:01
Last Modified: 08 Dec 2025 07:01
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/36149

Actions (login required)

View Item View Item