Al Wahid, Reonaldy Mahfud (2025) Konsep Munafik Dalam Kitab Tafsir Al-Ibriz Karya KH. Bisri Mustofa. Undergraduate (S1) thesis, UIN KIAI AGENG MUHAMMAD BESARI.
Preview |
Text
UINPO.etheses-Reonaldy Mahfud Al Wahid.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Reonaldy Mahfud Al Wahid, 2025. Konsep Munafik Dalam kitab Tafsir Al-Ibriz
Karya KH. Bisri Mustofa, Skripsi, Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir,
Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, universitas Islam Negeri (UIN)
Kyai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Pembimbing Kayyis Fithri
Ajhuri, M.A
Kata Kunci: Munafik, Tafsir Al-Ibriz , KH. Bisri Mustofa
Dalam Al-Qur’an munafik atau nifaq disebutkan sebanyak 37 kali, yang
mempunyai arti mengadakan, berpura-pura, pengakuannya dari satu orang berbeda
beda dengan yang lainnya. Semakin kompleksnya fenomena kemunafikan dalam
kehidupan sosial di masa sekarang. Konsep munafik yang dijelaskan dalam al
Qur’an, khususnya melalui Tafsīr al-Ibrīz karya KH. Bisri Mustofa, menunjukkan
bahwa perilaku munafik tidak hanya berkaitan dengan aspek keagamaan, tetapi juga
muncul dalam berbagai ranah seperti politik, hubungan sosial dan kehidupan sosial
masyarakat. Perubahan zaman dan pola interaksi manusia menyebabkan bentuk
bentuk kemunafikan semakin beragam dan sering kali terselubung, sehingga
penting untuk dikaji kembali agar tetap relevan dengan konteks sosial di masa
sekarang.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk mengetahui makna munafik dalam
Tafsir Al-Ibriz Karya KH. Bisri Mustofa. (2) Untuk mengetahui dan menganalisis
bentuk dan tindakan munafik munafik yang harus dihindari pada masa sekarang.
(3) Untuk mengetahui cara menghindari munafik dalam Kitab Tafsīr al-Ibrīz Karya
KH. Bisri Mustofa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan
pendekatan Tafsir maudu’i atau tematik adalah suatu metode yang mengarahkan
pandangan kepada satu tema tertentu, mencari pandangan al-Qur’an tentang tema
yang dibahas sesuai dengan tematik yang dibahas, dengan cara mengumpulkan
ayat-ayat untuk menganalisis bagaimana ciri-ciri dan sikap Al-Qur’an terhadap
orang-orang munafik yang berkembang dari masa Rasulullah SAW hingga masa
sekarang.. Sumber data utama diperoleh dari ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan
dengan munafik serta penafsiran KH. Bisri Mustofa dalam Tafsīr al-Ibrīz, ditambah
data sekunder berupa literatur pendukung seperti buku, artikel ilmiah, dan
penelitian terdahulu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Tafsīr al-Ibrīz, munafik
merupakan sikap yang ditandai dengan ketidaksesuaian antara keyakinan, ucapan,
dan perbuatan. KH. Bisri Mustofa menegaskan bahwa sifat munafik mencakup
suatu bentuk dan tindakan kepura-puraan, kebohongan, penghianatan, serta dua
muka. Dalam konteks sosial modern, sifat tersebut tampak pada perilaku
manipulatif, pencitraan palsu, penyalahgunaan amanah, penyebaran hoaks, dan
tindakan oportunis.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Kayyis Fithri Ajhuri |
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2299 Other Philosophy and Religious Studies > 229999 Philosophy and Religious Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Jurusan Ilmu Al Qur’an dan Tafsir |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 09 Dec 2025 01:24 |
| Last Modified: | 09 Dec 2025 01:24 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/36176 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
