Maulidin, Putra (2025) DOOMSPENDING DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN (KAJIAN TAFSIR MAQĀṢIDĪ). Undergraduate (S1) thesis, UIN KIAI AGENG MUHAMMAD BESARI PONOROGO.
Preview |
Text
301210075_Putra Maulidin_IAT.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Kata Kunci: Doomspending, Tafsir maqāṣidī, dan Multiterm Qur’ani
Fenomena doomspending yakni perilaku membelanjakan uang secara impulsif sebagai pelarian dari kecemasan, tekanan psikologis, dan ketidakpastian hidup menjadi salah satu gejala sosial modern yang banyak muncul di era digital. Berbeda dari impulse buying biasa, doomspending merupakan bentuk konsumsi emosional yang dipicu oleh stres kolektif, algoritma digital, dan budaya hedonistik yang melembaga dalam media sosial. Dalam perspektif Islam, perilaku tersebut sering disamakan dengan tabdhīr dan isrāf, namun penyempitan makna semacam ini tidak cukup untuk menjelaskan kompleksitas faktor psikologis dan sosial yang melatarbelakanginya. Karena itu, penelitian ini berupaya mengkaji doomspending melalui pendekatan multiterm Qur’ani serta dianalisis dengan kerangka tafsir maqāṣidī untuk menemukan nilai, tujuan hidup, dan kemaslahatan yang dirusak oleh fenomena tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka (library research). Sumber primer terdiri dari ayat-ayat Al-Qur’an yang memiliki keterkaitan makna dengan praktik doomspending, serta penafsiran para mufasir klasik dan kontemporer seperti al-Ṭabarī, al-Rāzī, Ibn Kathīr, al-Zamakhsyarī, Quraish Shihab, dan kerangka tafsir maqāṣidī Abdul Mustaqim. Analisis dilakukan dengan pendekatan tematik (tafsīr maudhu‘ī), kajian semantik term-term Qur’ani, dan pembacaan maqāṣid al-syarī‘ah yang meliputi ḥifẓ al-dīn, ḥifẓ al-nafs, ḥifẓ al-‘aql, ḥifẓ al-māl, dan ḥifẓ al-nasl.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa doomspending tidak hanya berkaitan dengan tabdhīr dan isrāf, tetapi juga melibatkan jaringan makna Qur’ani yang lebih luas: hawā’ (dorongan nafsu), tazayyun (pembenaran terhadap kebatilan), ighrā’ (godaan manipulatif), lahw (hiburan yang melalaikan), dan itrāf (kemewahan yang menjerumuskan). Keenam term tersebut menggambarkan bagaimana doomspending merupakan perilaku yang merusak keseimbangan jiwa, melemahkan akal, menghamburkan harta, dan menjauhkan manusia dari orientasi spiritual. Dalam perspektif maqāṣidī, doomspending bertentangan dengan prinsip pemeliharaan harta (ḥifẓ al-māl), merusak kesehatan mental dan kedamaian batin (ḥifẓ al-nafs), melemahkan kemampuan berpikir rasional (ḥifẓ al-‘aql), serta menciptakan disorientasi nilai yang menjauhkan dari kesadaran ilahiah (ḥifẓ al-dīn). Penelitian ini menegaskan bahwa Al-Qur’an tidak hanya melarang pemborosan, tetapi juga menawarkan kerangka penyembuhan spiritual melalui nilai qanā‘ah, tawāzun, iffah, dan tadbīr al-ma‘īsyah sebagai alternatif etis menghadapi budaya konsumsi modern.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | MUHAMAD NURDIN |
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2299 Other Philosophy and Religious Studies > 229999 Philosophy and Religious Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Jurusan Ilmu Al Qur’an dan Tafsir |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 09 Dec 2025 07:29 |
| Last Modified: | 09 Dec 2025 07:29 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/36230 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
