Putra, Novaldhi (2025) Tradisi Khataman Al-Qur'an dan Istighasah Ahad Wage di Masjid Kyai Ageng Besari Kertosari Babadan Ponorogo. Undergraduate (S1) thesis, UIN Ponorogo.
Preview |
Text
skripsi aldi12.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK
Novaldhi Widoandana Putra, 2025. Tradisi Khataman Al-Qur’an Dan Istighasahan Ahad Wage di Masjid Kyai Ageng Besari Kertosari Babadan Ponorogo (Studi Living Qur’an). Skripsi. Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Kiai Ageng Muhammad Besari. Pembimbing, Dr. Faiq Ainurrofiq, M.A.
Kata Kunci: Khataman Al-Qur’an, Istighasah, Living Qur’an.
Penelitian ini terfokus pada fenomena Living Qur’an dengan objek penelitian Tradisi Khataman Al-Qur’an dan Istighasah Ahad Wage di Masjid Kyai Ageng Besari Kertosari Babadan Ponorogo. Tujuan penelitian ini adalah agar pembaca mengetahui bagaimana pelaksanaan kegiatan ini dan apa fungsi diadakanya Khataman Al-Qur’an dan Istighasah di Masjid Kyai Ageng Besari Kertosari Babadan Ponorogo. Penelitian ini menggunakan teknik penelitian jenis kualitatif deskriptif. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Penelitian ini menghasilkan bahwa kegiatan Khataman Al-Qur’an dan Istighasah Ahad Wage di Masjid Kyai Ageng Besari di bagi menjadi 2 bagian yaitu; pelaksanaan dan penutup. Untuk pelaksanaan dimulai dengan pembacaan tawasul, dan juga surah Al-Fatihah. Kemudian dilanjut dengan pembacaan Al-Qur’an dari surah Al-Fatihah sampai Al-Lail. Sedangkan untuk penutup yakni pembacaan Istighasah, surah Ad-Dhuha sampai An-Nas, kemudian Tahlil, dan doa penutup Al-Qur’an.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan teori Fungsionalisme Bronislaw Malinowski yang mana kegiatan Khataman Al-Qur’an dan Istighasah memiliki 3 unsur penting didalamnya. Pertama, yaitu adanya kebutuhan psikologis dan biologis yang terpenuhi. Hal ini dapat dilihat melalui wawancara secara langsung dan observasi, dimana terpenuhinya kebutuhan psikologis berupa ketenangan pikiran dan hati. Sementara adanya kebutuhan pangan yang terpenuhi di setiap kegiatan menjadi ciri dari terpenuhinya kebutuhan biologis. Kemudian yang kedua, yaitu kebutuhan struktural sosial yang mana masyarakat masjid Kyai Ageng Besari Kertosari Babadan Ponorogo membentuk kepengurusan dalam pelaksanaan kegiatan Khataman Al-Qur’an dan Istighasah Ahad Wage ini. Hal ini bertujuan agar dalam pelaksanaanya masing-masing pengurus memiliki tanggung jawab dan peran masing-masing. Ketiga, terpenuhinya kebutuhan simbolik, hal ini dapat dilihat dengan adanya masyarakat masjid Kyai Ageng Besari Kertosari Babadan ponorogo yang sampai saat ini masih mempertahankan kegiatan ini.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Faiq Ainurrofiq |
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2299 Other Philosophy and Religious Studies > 229999 Philosophy and Religious Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Jurusan Ilmu Al Qur’an dan Tafsir |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 15 Dec 2025 01:43 |
| Last Modified: | 15 Dec 2025 01:43 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/36344 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
