Aji, Habib Usman (2025) Hak Hadanah Anak Yang Belum Tamyiz Pasca Terjadi Perceraian Perspektif Ushul Fiqh (Analisis Pendapat Imam al-Nawawi Dalam Kitab Minhaj al-Talibin). Undergraduate (S1) thesis, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.
Preview |
Text
Habibi Usman Aji_101210083_Hukum Keluarga Islam .pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Permasalahan hak asuh anak setelah perceraian kerap menimbulkan konflik
di masyarakat, khususnya mengenai siapa yang lebih berhak mengasuh anak dan
bagaimana tanggung jawab orang tua dijalankan sesuai prinsip hukum Islam.
Penelitian ini membahas hak hadanah (pengasuhan anak) terhadap anak yang
belum tamyiz pasca terjadinya perceraian, ditinjau dari perspektif Uṣūl al-Fiqh
dengan fokus analisis terhadap pendapat Imam al-Nawawī dalam Kitab Minhāj al-
Ṭālibīn.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana analisis hak
hadanah anak yang belum tamyiz pasca terjadi perceraian menurut Imam alNawawī dalam Kitāb Minhāj al-Ṭālibīn? Bagaimana metode istinbat hukum
tentang hak hadanah anak yang belum tamyiz pasca terjadi perceraian menurut
Imam al-Nawawī dalam Kitāb Minhāj al-Ṭālibīn dan relevansinya dengan konteks
sekarang?
Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan
pendekatan deskriptif-analitik. Data primer diperoleh dari Kitab Minhāj al-Ṭālibīn
dan kitab-kitab syarahnya, sedangkan data sekunder berasal dari literatur ushul
fiqh dan karya-karya terkait hukum keluarga Islam. Analisis data menggunakan
metode content analysis dengan pola penalaran induktif dan deduktif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Imam al-Nawawī menegaskan hak
hadanah anak yang belum tamyiz lebih utama diberikan kepada ibu, karena secara
fitrah perempuan lebih penyayang, sabar, dan mampu memenuhi kebutuhan
emosional anak. Namun, beliau menekankan bahwa tujuan utama hadanah adalah
kemaslahatan anak, bukan semata hak orang tua. Pandangan ini menunjukkan
orientasi maqāṣidī (berbasis tujuan hukum) dan insānī (berorientasi
kemanusiaan). Dalam istinbat hukumnya, Imam al-Nawawī menggabungkan
metode ṭarīqah al-lafẓiyyah (tekstual) dan ṭarīqah al-ma‘nawiyyah (kontekstual),
dengan mempertimbangkan dalil-dalil al-Qur’an, Sunnah, ijma‘, dan qiyas yang
disertai analisis maslahat.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Abid Rohmanu |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 05 Jan 2026 01:47 |
| Last Modified: | 05 Jan 2026 01:47 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/36438 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
