Analisis Sumpah Leluhur Sebagai Restriksi Pernikahan Persepektif Maqāṣid Asy-syarī’ah Ar-Raisuni Studi Kasus Antar Dusun Norjo dan Gaeng Kabupaten Nganjuk

Fachrudinaa, Diza Adzkiya Sibthi (2026) Analisis Sumpah Leluhur Sebagai Restriksi Pernikahan Persepektif Maqāṣid Asy-syarī’ah Ar-Raisuni Studi Kasus Antar Dusun Norjo dan Gaeng Kabupaten Nganjuk. Undergraduate (S1) thesis, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.

[thumbnail of Skripsi-Diza Adzkiya Sibthi Fachrudinaa- Naskah.pdf]
Preview
Text
Skripsi-Diza Adzkiya Sibthi Fachrudinaa- Naskah.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya pro dan kontra di masyarakat mengenai pengaruh ajaran Islam dan tradisi, khususnya terkait praktik sumpah leluhur sebagai pembatas dalam perjanjian perkawinan. Dalam agama Islam tidak ditemukan ketentuan yang secara eksplisit melarang pernikahan berdasarkan tradisi sumpah leluhur. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perspektif hukum Islam tentang persepsi masyarakat terhadap tradisi sumpah leluhur sebagai restriksi dalam perjanjian perkawinan, dengan pendekatan Maqāṣid al-shariah menurut ar-Raisuni, yang difokuskan pada studi kasus di Kabupaten Nganjuk.
Adapun penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dan jenis penelitian adalah penelitian lapangan (field research). Kriteria data yang didapatkan berupa data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan studi dokumentasi setelah itu data tersebut dianalisis.
Adapun ada dua rumusan masalah, 1) Bagaimana tinjauan maqāṣid asy-syarī‘ah ar-raisuni terhadap sumpah leluhur sebagai larangan pernikahan antar dusun? 2) Bagaimana pandangan masyarakat generasi kontemporer terhadap larangan pernikahan antar dusun perspektif maqāṣid asy-syarī‘ah ar-raisuni? .
Hasil analisis adalah Menurut Tinjauan Maqāṣid asy-syarī‘ah yang dari 4 kaidah ar-Raisuni, tradisi dan pandangan masyarakat terhadap tradisi ini tidak memenuhi kriteria maqasid ar-raisuni, alasan pertama Alasan pertama, tradisi ini tidak didasarkan pada alasan yang jelas dan tidak dapat dipastikan, karena tujuannya hanya menghindari musibah seperti kematian atau kelainan, padahal tidak ada jaminan bahwa pelaksanaan adat tersebut benar-benar mampu mencegah kejadian tersebut. serta generasi yang mentaati karena alasan birrul walidain tidak dapat dipastikan. Alasan kedua, dengan alasan tersebut, tradisi ini tidak memiliki dalil kuat, sehingga tidak dapat dijadikan dasar hukum yang valid. Alasan ketiga, hal ini cenderung lebih banyak menimbulkan mafsadah (kerusakan) daripada Maṣlaḥah (kemaslahatan). Jika tetap terpacu pada tradisi maka mafsadah yang ditimbulkan jauh lebih dominan dan berat, Keyakinan masyarakat kontemporer bahwa melanggar tradisi akan mendatangkan petaka justru memicu pembatasan pernikahan sah secara syar'i, yang mengganggu esensi dharuriyyat yakni penjagaan keturunan dan agama. Oleh karena itu, berdasarkan analisis, tradisi tersebut tidak memenuhi kriteria Maqasid Syari’ah Ar-Raisuni
: Larangan Pernikahan, Sumpah Leluhur, Maqāṣid Ar-Raisuni,

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Yudhi Achmad Bashori
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 13 Apr 2026 01:35
Last Modified: 13 Apr 2026 01:35
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/36986

Actions (login required)

View Item View Item