Analisis Perbandingan Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Indonesia Masa dan Pasca Covid-19 Periode 2020-2024

Rustaningsih, Dea Ayu (2025) Analisis Perbandingan Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Indonesia Masa dan Pasca Covid-19 Periode 2020-2024. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.

[thumbnail of 401200026_Dea Ayu Rustaningsih_ES.pdf]
Preview
Text
401200026_Dea Ayu Rustaningsih_ES.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Masyarakat Masa dan Pasca Pandemi Covid-19 Periode 2020-2024”. Skripsi 2025. Jurusan Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Pembimbing: Estu Unggul Drajat, M.Ec.Dev.

Kata kunci: Kesejahteraan Masyarakat, Covid-19, Kemiskinan, Ekonomi Islam, Paired Sample t-Test, Wilcoxon Test.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia pada masa pandemi dan setelah pandemi Covid-19. Penelitian difokuskan pada beberapa indikator utama kesejahteraan, yakni pendapatan per kapita, tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran, tingkat pendidikan, akses terhadap layanan kesehatan, dan angka harapan hidup. Dengan menelaah dua periode waktu (2020-2024) tersebut, penelitian ini memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai dampak pandemi terhadap kesejahteraan masyarakat.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Data diperoleh dari sumber sekunder, yaitu publikasi resmi Badan Pusat Statistik (BPS) dan lembaga kredibel lainnya. Teknik analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Paired Sample t-Test dan Wilcoxon Signed-Rank Test, disesuaikan dengan distribusi normalitas data. Penelitian ini mencakup wilayah Pulau Jawa sebagai lokasi utama karena merupakan pusat ekonomi nasional dengan dinamika sosial yang kompleks.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada beberapa indikator. Pendapatan per kapita masyarakat khususnya di DKI Jakarta turun dari Rp268,05 juta (2019) menjadi Rp262,15 juta (2020), lalu kembali naik menjadi Rp395,87 juta (2024). Tingkat kemiskinan meningkat dari 3,44% (2019) menjadi 4,61% (2020), meskipun menurun menjadi 4,30% pada 2024. Tingkat pengangguran naik dari 6,02% (2019) menjadi 8,05% (2020), kemudian menurun ke 6,12% pada 2024. Tingkat pendidikan meningkat dari 91,14% (2019) menjadi 93,17% (2024). Akses layanan kesehatan juga mengalami perbaikan, dari indeks 64,51 (2019) menjadi 66,75 (2024). Sementara angka harapan hidup meningkat dari 72,82 tahun (2019) menjadi 74,05 tahun (2024). Meskipun terjadi proses pemulihan ekonomi, dampak jangka panjang pandemi masih dirasakan oleh masyarakat. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi perumusan kebijakan pemerintah agar lebih inklusif dan berkelanjutan, baik dari sudut pandang ekonomi konvensional maupun perspektif ekonomi Islam yang menunjukkan pentingnya prinsip maslahah (kemaslahatan) dan keadilan distributif.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Estu Unggul Drajat
Subjects: 14 ECONOMICS > 1499 Other Economics > 149999 Economics not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Jurusan Ekonomi Syariah
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 21 Apr 2026 03:39
Last Modified: 21 Apr 2026 03:39
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/37170

Actions (login required)

View Item View Item