Tradisi Keilmuan dan Nilai-nilai Islam dalam Mempertahankan Kultur Pesantren di Tengah Tantangan Modernisasi Studi di Pondok Pesantren Nurul Huda Sentono Kembar Pacitan.

Muslih, Muhammad (2026) Tradisi Keilmuan dan Nilai-nilai Islam dalam Mempertahankan Kultur Pesantren di Tengah Tantangan Modernisasi Studi di Pondok Pesantren Nurul Huda Sentono Kembar Pacitan. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.

[thumbnail of SKRIPSI FINIS 1.pdf]
Preview
Text
SKRIPSI FINIS 1.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Muhammad Muslih. 2026. Tradisi Keilmuan dan Nilai-nilai Islam dalam Mempertahankan Kultur Pesantren di Tengah Tantangan Modernisasi Studi di Pondok Pesantren Nurul Huda Sentono Kembar Pacitan. Skripsi. Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Uin Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, pembimbing: Dr. Ahmad Sulton, M.Pd. I

Kata kunci: Tradisi keilmuan, nilai-nilai Islam, kultur pesantren.

Tradisi keilmuan dan nilai-nilai Islam di pesantren merupakan kultur pesantren yang di terapkan di dalam pesantren yang mana di dalamnya berisikan pembelajaran kuno. Namun seiring perkembangan zaman, dunia pendidikan dihadapkan pada arus modernisasi dan globalisasi. Modernisasi membawa perubahan dalam cara berpikir, gaya hidup, dan pola pendidikan masyarakat. Teknologi digital, media sosial, serta kemajuan ilmu pengetahuan telah menggeser orientasi masyarakat terhadap pendidikan
Penelitian ini bertuujuan untuk menganalisis (1) tradisi keilmuan dan nilai-nilai Islam yang di kembangkan Pondok Pesantren Nurul Huda Sentono Kembar Pacitan (2) tradisi keilmuan dan nilai-nilai Islam dalam mempertahankan kultur pesantren di Pondok Pesantren Nurul Huda Sentonon Kembar Pacitan (3) dinamika tradisi pesantren dalam menghadapi tantangan modernisasi di Pondok Pesantren Nurul Huda Sentono Kembar Pacitan
Adapun penelitian ini di rancang menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengambilan data dilakukan melalui partisipan penelitian berasal dari pengasuh pesantren/kiai, ustaz, dan santri pondok pesantren nurul huda sentono kembar pacitan yang dipilih dengan teknik. Data hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan model analisa miles dan humberman meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Berdasarkan hasil analisis data di temukan bahwa, pertama, tradisi keilmuan yang di kembangkan meliputi sorogan, weton, bandongan, dan musyawarah. Dan nilai-nilai islam meliputi religius, kemanusiaan, ukhuwah, keikhlasan, kemandirian dan kesederhanaan. kedua, dalam mempertahankan tradisi keilmuan ada beberapa cara yaitu penerapannya sorogan di lakukan dengan cara 2 tahap, yang pertama kepada santri senior dan tahap kedua kepada ustaz atau kiai. Metode weton di lakukan setiap pagi ba’da subuh, metode bandongan di bagi menjadi beberapa kelas sesuai kemampuan santri dalam pemahaman pembelajaran. Dan musyawarah di temani ustaz sebagai musohih sebagai pembimbing musyawarah agar kegiatan berjalan lancar. ketiga, metode sorogan yang mana waktu yang di gunakan terlalu banyak. Weton memiliki hambatan bahwa santri dalam mengikuti pengajian ba’da subuh masih banyak yang mengantuk dan juga tidur. Metode bandongan memiliki hambatan bahwasannya ketika guru berhalangan hadir untuk mengisi kelas. Metode musyawarah memiliki hambatan ketika ustaznya tidak bisa menemani musyawarah.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Ahmad Sulton
Subjects: 13 EDUCATION > 1399 Other Education > 139999 Education not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Jurusan Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 24 Apr 2026 02:58
Last Modified: 24 Apr 2026 02:58
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/37221

Actions (login required)

View Item View Item