Burhanudin, Achmad (2025) Perlindungan Hukum Terhadap Pelaku Usaha Dalam Bisnis Online Atas Kelalaian Jasa Ekspedisi (Studi Pada Akun Inidyababyfood di Aplikasi TikTok x Tokopedia). Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.
Preview |
Text
Etheses-ACHMAD BURHANUDIN-102210002-HES.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Burhanudin, Achmad. Perlindungan Hukum Terhadap Pelaku Usaha Dalam Bisnis Online Atas Kelalaian Jasa Ekspedisi (Studi Pada Akun Inidyababyfood di
Aplikasi TikTok x Tokopedia). Skripsi 2026. Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Pembimbing: Dr. Lukman Santoso, M.H.
Kata Kunci: Perlindungan hukum, pelaku usaha, bisnis online, ekspedisi, TikTok
x Tokopedia Perkembangan e-commerce melalui platform seperti TikTok Tokopedia telah memperluas akses pasar bagi pelaku usaha, termasuk UMKM di bidang makanan bayi. Namun, dalam praktiknya muncul persoalan hukum ketika pelaku usaha mengalami kerugian akibat ulasan negatif konsumen yang disebabkan oleh keterlambatan atau kerusakan barang selama proses pengiriman oleh jasa ekspedisi. Permasalahan ini menimbulkan ketimpangan tanggung jawab dalam ekosistem perdagangan digital, di mana pelaku usaha tetap menanggung dampak reputasional dan finansial atas kesalahan pihak ketiga. Fenomena tersebut dialami oleh akun Inidyababyfood yang mengalami penurunan rating dan performa toko akibat kelalaian ekspedisi.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum
terhadap pelaku usaha dalam bisnis online atas kerugian yang timbul akibat
kelalaian jasa ekspedisi, serta menelaah tanggung jawab hukum jasa ekspedisi
dalam perspektif hukum positif dan hukum Islam. Penelitian ini menggunakan
metode kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris. Data diperoleh melalui
observasi, wawancara dengan pemilik dan staf Inidyababyfood, serta pihak jasa
ekspedisi J&T dan Ninja Xpress, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan teori perlindungan hukum serta ketentuan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat ketidakseimbangan distribusi
risiko dalam praktik e-commerce, di mana pelaku usaha tetap menanggung dampak reputasi dan kerugian ekonomi meskipun kesalahan berasal dari jasa ekspedisi. Mekanisme klaim ganti rugi yang mensyaratkan prosedur administratif tertentu seringkali menyulitkan pelaku usaha. Secara normatif, tanggung jawab ekspedisi telah diatur dalam UUPK, namun implementasinya belum sepenuhnya memberikan perlindungan efektif bagi pelaku usaha sebagai pengguna jasa logistik. Dalam perspektif hukum Islam, kelalaian ekspedisi dapat dikategorikan sebagai pelanggaran akad ijarah yang mewajibkan adanya pertanggungjawaban dan ganti rugi. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi dan sistem tanggung jawab yang lebih proporsional guna menciptakan keadilan dalam hubungan hukum antara pelaku usaha dan jasa ekspedisi di era perdagangan digital.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Lukman Santoso |
| Subjects: | 14 ECONOMICS > 1499 Other Economics > 149999 Economics not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 30 Apr 2026 05:18 |
| Last Modified: | 30 Apr 2026 05:18 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/37335 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
