Maghfiroh, Lailatul (2026) ..(TAMBAHKAN STEMPEL PADA LEMBAR PERSETUJUAN, TAMBAHKAN MATERAI PADA LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS, UPLOAD ULANG)..Kesadaran Hukum Pelaku Usaha Kafe Terhadap Kewajiban Pembayaran Royalti Musik Dalam Live Music Show Di Kota Madiun Perspektif Maqasid Shariah. Undergraduate (S1) thesis, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.
Preview |
Text
Skripsi-Lailatul Maghfiroh-Naskah.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Kesadaran pemilik usaha kafe di Kota Madiun mengenai kewajiban mereka untuk membayar royalti hak cipta musik selama pertunjukan live music. Dengan band lokal yang tampil di tempat mereka menyanyikan lagu karya orang lain, pemilik usaha kafe diwajibkan membayar royalti musik sebagai perlindungan hak ekonomi. Penelitian ini berangkat dari gagasan bahwa Hak Kekayaan Intelektual (HKI) merupakan karya manusia, mencakup hak cipta dan hak kekayaan industri, dengan hak cipta musik secara otomatis dilindungi tanpa perlu pendaftaran. Ketika kafe menyelenggarakan pertunjukan live music, mereka wajib memperoleh lisensi dan membayar royalti melalui Badan Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN), sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2021 dan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014. Objek ini penting diteliti karena banyak pemilik usaha khusunya kafe yang kurang memahami aturan ini, dan dengan upaya edukasi yang minim serta sanksi yang lemah, pelanggaran sering terjadi, merugikan industri musik Indonesia.
Rumusan masalah penelitian ini adalah: (1) Bagaimana kesadaran hukum pelaku usaha kafe terhadap kewajiban pembayaran royalti musik? (2) Bagaimana kesadaran hukum pelaku usaha terhadap pembayaran royalti musik ditinjau dari maqāṣid Sharīʿah?.
Adapun penelitian merupakan penelitian kualitatif. Peneliti melakukan wawancara dan pengamatan secara langsung dengan tiga pemilik kafe di Kota Madiun. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), menggunakan pendekatan yuridis sosiologis serta cara berpikir induktif, serta menggunakan teori kesadaran hukum , kepatuhan hukum dan maqāṣid sharīʿah sebagai analisis.
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) Kesadaran hukum pelaku usaha pemilik kafe di Kota Madiun masih tergolong rendah karena rendahnya pengetahuan, pemahaman, sikap dan perilaku usaha serta kurangnya informasi dari pihak terkait mengenai mekanisme pembayaran dan minimnya sosialisasi dari pemerintah. Sehingga hal tersebut menyebabkan pelaku usaha enggan membayar kewajiban royalti hak cipta lagu/musik. (2) Ditinjau dari perspektif maqāṣid sharī‘ah, kewajiban pembayaran royalti musik berkaitan dengan perlindungan hak ekonomi pencipta sebagai bagian dari prinsip ḥifẓ al-māl dan lebih tepat dikategorikan pada tingkat ḥājiyyāt. Praktik pelaku usaha kafe di Kota Madiun yang belum membayarkan royalti menunjukkan belum terpenuhinya tujuan syariat dalam mewujudkan keadilan dan kemaslahatan dalam pemanfaatan karya musik secara komersial.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Lukman Santoso |
| Subjects: | 14 ECONOMICS > 1499 Other Economics > 149999 Economics not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 05 May 2026 07:36 |
| Last Modified: | 05 May 2026 07:36 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/37421 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
