Riyanti, Nova (2026) Analisis Wacana Kekerasan dan Doxing Terhadap Jurnalis dan Implikasinya Pada Pembelajaran Teks Berita di SMA. Undergraduate (S1) thesis, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.
Preview |
Text
211220021_NOVA RIYANTI_TBINA_SKRIPSI-1.pdf Download (2MB) | Preview |
Abstract
Meningkatnya kasus kekerasan digital dan praktik doxing terhadap jurnalis
menunjukkan bahwa media daring tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi,
tetapi juga sebagai ruang konstruksi makna dan relasi kuasa. Pemberitaan mengenai
kasus tersebut dibangun melalui pilihan bahasa dan strategi wacana tertentu yang
memengaruhi cara pembaca memahami posisi korban dan pelaku. Oleh karena itu,
analisis terhadap representasi kekerasan digital dalam media daring penting dilakukan,
khususnya untuk memperkuat literasi kritis siswa di tingkat SMA.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan bentuk kekerasan digital
dan doxing terhadap jurnalis dalam teks berita media daring; (2) menganalisis unsur
kebahasaan dan strategi wacana yang membangun makna serta memosisikan aktor
dalam pemberitaan; dan (3) menjelaskan implikasi hasil analisis tersebut dalam
pembelajaran teks berita di SMA.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Analisis
Wacana Kritis model Norman Fairclough. Data berupa 10 teks berita daring yang
terdiri atas 3 berita dari Tempo.co, 3 berita dari Kompas.com, dan 4 dokumen dari AJI
pada periode 2024–2026. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dengan metode
baca dan catat, kemudian dianalisis secara interpretatif dan kontekstual.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) bentuk kekerasan digital yang
direpresentasikan meliputi cyberbullying, persekusi digital, penyebaran data pribadi
(doxing), serta ancaman dan intimidasi terhadap jurnalis; (2) unsur kebahasaan ditandai
oleh penggunaan diksi yang bernuansa penilaian, struktur kalimat pasif, serta
pemilihan sumber kutipan, sementara strategi wacana menunjukkan adanya penonjolan
jurnalis sebagai korban dan pengaburan pelaku melalui struktur bahasa tertentu; dan
(3) temuan ini menegaskan pentingnya pembelajaran teks berita yang berorientasi pada
literasi kritis agar siswa mampu memahami konstruksi bahasa, sudut pandang, serta
dampak sosial dalam pemberitaan, termasuk memiliki kesadaran etika digital terkait
isu doxing.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Farida Yufarlina Rosita |
| Subjects: | 13 EDUCATION > 1399 Other Education > 139999 Education not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Jurusan Tadris Bahasa Indonesia |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 19 May 2026 04:49 |
| Last Modified: | 19 May 2026 04:49 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/37914 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
