Putri, Ela Helmai Liya (2026) KOMPARASI BONUS DEMOGRAFI DALAM VIDEO INSTAGRAM GIBRAN RAKABUMING DAN FERRY IRWANDI (Analisis Framing Robert N. Entman). Undergraduate (S1) thesis, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.
Preview |
Text
E thesis Ela Helmai Liya.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini membahas perbedaan pembingkaian bonus demografi oleh Gibran Rakabuming dan Ferry Irwandi melalui video reels di Instagram. Fenomena ini menjadi menarik karena memperlihatkan peristiwa/isu yang sama dapat dipahami dan dibingkai secara berbeda akan membentuk realitas yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendefinisian masalah, sumber masalah, nilai moral, dan penyelesaian terkait bonus demografi dalam video instagram Gibran Rakabuming dan Ferry Irwandi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing Robert N. Entman yang menitikberatkan pada penggambaran proses seleksi isu dan penonjolan aspek tertentu. Data penelitian diperoleh melalui dokumentasi terhadap 1 video instagram di Instagram Gibran dan Ferry. Analisis yang dilakukan dengan teori framing Robert N. Entman dengan aspek pendefinisian masalah (define problems), sumber masalah (diagnose cause), nilai moral (make moral judgement), dan penyelesaian (treatment recommendation).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen framing Define Problem, Gibran mendefinisikan bonus demografi sebagai penentu dan kesempatan emas, sekaligus sebagai peluang dan tanggung jawab besar yang memberikan dampak nyata bagi bangsa. Sedangkan Ferry membingkai keberhasilan bonus demografi dilihat pada kesiapan pemerintah. Diagnose Cause, Gibran mendiagnosis Indonesia menghadapi tantangan global yakni ekonomi, perang dagang, geopolitik, serta perubahan iklim dan anak muda sebagai faktor penentu bonus demografi. Sedangkan Ferry mendiagnosis minimnya dukungan dari pemerintah untuk anak muda dan budaya nepotisme. Make Moral Judgement, Gibran menggunakan nilai produktivitas dan karya sebagai optimis anak muda mampu tampil di garis depan menjadi penggerak kemajuan. Sedangkan Ferry menekankan bonus demografi memiliki beban yang sangat berat dan ketidakmampuan pemerintah mengelola bonus demografi menjadi bentuk pengkhianatan. Treatment Recommendation, Gibran menyebutkan dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa untuk membangun Indonesia. Sedangkan menurut Ferry, Pemerintah harus memberikan kesempatan kepada anak muda dan menghapus budaya nepotisme.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Iswahyudi |
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2299 Other Philosophy and Religious Studies > 229999 Philosophy and Religious Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 02 Jun 2026 01:09 |
| Last Modified: | 01 Jul 2026 08:22 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/38423 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
