Jamilatul Risyana, Haifa (2026) Peran Orang Tua Dalam Menumbuhkan Kesadaran Dan Kedisiplinan Shalat Pada Remaja Di Dukuh Purwosari Gelanglor Sukorejo Ponorogo Tahun 2026. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.
Preview |
Text
Haifa Jamilatul R-201220123.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Kehidupan remaja saat ini menunjukkan berbagai dinamika dalam perilaku
keagamaan, khususnya dalam pelaksanaan ibadah shalat. Sebagai generasi yang
sedang berada pada masa transisi, remaja kerap menghadapi berbagai tantangan
yang mempengaruhi konsistensi dalam menjalankan ibadah, seperti pengaruh
teman sebaya dan penggunaan gadget yang berlebihan. Dalam konteks ini, keluarga
memiliki peran penting sebagai lingkungan pertama dalam memberikan pendidikan
kepada anak. Orang tua memiliki kontribusi besar dalam membentuk karakter
pribadi, sosial, dan keagamaan anak melalui keteladanan dan pembiasaan, terutama
dalam pelaksanaan ibadah shalat. Shalat merupakan ibadah wajib yang memiliki
kedudukan penting dalam ajaran Islam serta menjadi sarana pembentukan
kedisiplinan dan spiritualitas seorang muslim.
Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan kondisi kesadaran dan
kedisiplinan shalat remaja di dukuh Purwosari, 2) mendeskripsikan peran orang tua
dalam menumbuhkan kesadaran dan kedisiplinan shalat lima waktu pada remaja di
dukuh Purwosari, 3) mengidentifikasi solusi bagi orang tua dalam menumbuhkan
kesadaran dan kedisiplinan shalat pada remaja di dukuh Purwosari.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Data primer diperoleh dari orang tua dan remaja usia 13-21 tahun,
sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dan dokumen yang relevan.
Analisis data menggunakan model Miles, Huberman dan Saldana yang meliputi
pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) kesadaran dan
kedisiplinan shalat remaja di Dukuh Purwosari bervariasi, sebagian telah memiliki
kesadaran shalat melalui pembiasaan sejak kecil dan pengalaman pesantren,
sementara sebagian lainnya masih memerlukan pengingat dari orang tua. 2) peran
orang tua diwujudkan melalui pendekatan persuasif dan ketegasan, pembiasaan dan
keteladanan, serta pengawasan dan bimbingan langsung. 3) faktor pendukung
meliputi konsistensi nasihat orang tua, penerapan aturan keluarga, keteladanan,
pengalaman pendidikan di pondok pesantren, dan pembiasaan shalat berjamaah di
sekolah serta TPA. Sedangkan faktor penghambat bersifat multifaktor, yaitu
pengaruh teman sebaya, penggunaan gadget berlebihan, kesibukan orang tua, dan
sulitnya bangun.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Erwin Yudi Prahara |
| Subjects: | 13 EDUCATION > 1399 Other Education > 139999 Education not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Jurusan Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 02 Jun 2026 01:13 |
| Last Modified: | 02 Jun 2026 01:13 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/38425 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
