Elyza Devi, Pramesti (2026) Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) Pada Penggunaan Media Sosial dan Implikasinya Terhadap Pola Pikir Kritis Siswa Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di Kelas VII A SMP N 2 Jatiroto Kabupaten Wonogiri. Undergraduate (S1) thesis, UIN Kyai Ageng Muhammad Besari.
Preview |
Text
201220098_Elyza Devi Pramesti_PAI.pdf Download (6MB) | Preview |
Abstract
Elyza Devi Pramesti. 2026. Fenomena Fear of Missing Out pada Penggunaan
Media Sosial dan Implikasinya terhadap Pola Pikir Kritis Siswa dalam
Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di Kelas VII A Sekolah
Menengah Pertama Negeri 2 Jatiroto Kabupaten Wonogiri. Skripsi.
Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu
Keguruan, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Pembimbing:
Panggih Wahyu Nugroho, M.Pd.
Kata Kunci: Fear of Missing Out (FoMO), Media Sosial, Pola Pikir Kritis,
Pendidikan Agama Islam
Penggunaan media sosial yang intensif di kalangan remaja telah
memunculkan fenomena psikologis yang dikenal sebagai Fear of Missing Out
(FoMO), yaitu kecemasan individu ketika merasa tertinggal dari informasi atau
aktivitas sosial yang sedang ramai di lingkungannya. Fenomena ini tidak hanya
berdampak pada aspek emosional, tetapi juga berpotensi melemahkan kemampuan
berpikir kritis siswa, khususnya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam
(PAI) yang menuntut penalaran reflektif dan kontekstual. Kondisi ini ditemukan
pula di SMP Negeri 2 Jatiroto, Kabupaten Wonogiri, di mana sebagian siswa
kelas VII menunjukkan ketergantungan tinggi terhadap media sosial disertai
menurunnya kemampuan berpikir kritis dalam proses pembelajaran PAI.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan bentuk-bentuk
fenomena FoMO pada penggunaan media sosial di kalangan siswa kelas VII SMP
Negeri 2 Jatiroto Kabupaten Wonogiri; (2) mengidentifikasi upaya guru dalam
meminimalisasi dampak FoMO guna mengembangkan pola pikir kritis siswa
dalam mata pelajaran PAI; serta (3) menganalisis implikasi fenomena FoMO
terhadap pola pikir kritis siswa dalam mata pelajaran PAI.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis
penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif,
wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi kepala
sekolah, guru PAI, dan dua siswa kelas VII. Analisis data menggunakan model
interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang mencakup kondensasi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui
triangulasi sumber, teknik, dan waktu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) FoMO pada siswa paling dominan
terwujud dalam kecemasan tidak mengikuti aktivitas sosial, dorongan kompulsif
memantau media sosial, dan kebutuhan untuk selalu terhubung, dengan bentuk
paling menonjol berupa peniruan tren fashion viral karena takut dianggap
tertinggal; (2) upaya guru mencakup pembatasan penggunaan HP, penguatan
pembiasaan religius seperti BTA, sholat Duhur berjamaah, kultum, dan PHBI,
serta integrasi nilai Islam dalam pembelajaran; (3) FoMO berimplikasi nyata
terhadap pola pikir kritis, khususnya pada kemandirian berpikir yang paling
terdampak akibat tekanan teman sebaya, meskipun pembelajaran PAI terbukti
mulai membentuk sikap reflektif siswa dalam bermedia sosial.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Panggih Wahyu Nugroho |
| Subjects: | 13 EDUCATION > 1399 Other Education > 139999 Education not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Jurusan Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 08 Jun 2026 01:58 |
| Last Modified: | 08 Jun 2026 01:58 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/38699 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
