Aisha Ashari, Denise (2026) Efektifitas Bimbingan Perkawinan Mandiri KUA Terhadap Kesadaran Calon Pengantin Pada Pencegahan Stunting (Studi Kasus di KUA Kecamatan Kauman Ponorogo). Undergraduate (S1) thesis, UIN Ponorogo.
Preview |
Text
skripsi denise aisha ashari.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Stunting bukan sekadar persoalan kesehatan pada anak, melainkan juga ancaman besar bagi kemajuan bangsa di masa depan. Anak-anak merupakan generasi penerus yang akan membentuk kualitas sumber daya manusia di kemudian hari. Persiapan pranikah yang matang termasuk melalui bimbingan perkawinan, dianggap krusial untuk mencegah stunting dengan meningkatkan kesadaran calon pengantin mengenai dampak stunting dan cara pencegahannya. KUA Kecamatan Kauman menjalankan Program Bimbingan Perkawinan Mandiri yang bertujuan tidak hanya untuk persiapan perkawinan tetapi juga pencegahan stunting, penanggulangan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi keluarga, dan pelestarian lingkungan hidup, dengan kolaborasi bersama PLKB untuk mendukung SE No. 2 Tahun 2024. Berawal dari latar belakang tersebut, berhasil memunculkan sejumlah pertanyaan yang telah dirumuskan sebagai berikut : 1) Bagaimana efektivitas bimbingan perkawinan mandiri KUA dalam meningkatkan kesadaran calon pengantin terhadap pentingnya pencegahan stunting? 2) Bagaimana faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan bimbingan perkawinan mandiri KUA terkait pencegahan stunting?
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan di KUA Kecamatan Kauman Ponorogo. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan informan yang terdiri dari Kepala KUA, staf KUA, tenaga kesehatan Puskesmas, dan calon pengantin, serta dokumentasi dari data sekunder seperti profil KUA dan data stunting. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan triangulasi untuk memastikan keabsahan data.
Hasil penelitian menunjukkan: Program Bimbingan Perkawinan Mandiri di KUA Kecamatan Kauman cukup efektif dalam meningkatkan kesadaran awal calon pengantin tentang pencegahan stunting, didukung narasumber, buku pedoman, dan sertifikat Elsimil. Namun, program ini belum mampu menurunkan angka stunting karena tidak ada sistem monitoring pasca nikah. faktor hukum berjalan konsisten namun terbatas wewenang KUA, sementara sarana, masyarakat, dan kebudayaan masih terkendala ruang terbatas, mitos tradisional, dan nilai budaya keliru. Faktor pendukung program meliputi kolaborasi multisektor, kewajiban administratif, fleksibilitas jadwal, regulasi nasional, serta buku pedoman. Adapun faktor penghambatnya adalah infrastruktur ruang tidak memadai, mobilitas calon pengantin, durasi bimbingan terbatas, tidak ada monitoring pasca nikah, mitos pantangan makanan amis, dan belum optimalnya pemanfaatan teknologi.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Yulian Masruroh |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 08 Jun 2026 02:57 |
| Last Modified: | 08 Jun 2026 02:57 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/38804 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
