ANALISIS PUTUSAN HAKIM NOMOR 155/Pdt.G/2025/PA.Po TERHADAP PENETAPAN HAK ASUH ANAK YANG JATUH KEPADA AYAH PERSPEKTIF MAQĀṢID AL-SHARĪ’AH

Kasanah, Qilyatul (2026) ANALISIS PUTUSAN HAKIM NOMOR 155/Pdt.G/2025/PA.Po TERHADAP PENETAPAN HAK ASUH ANAK YANG JATUH KEPADA AYAH PERSPEKTIF MAQĀṢID AL-SHARĪ’AH. Undergraduate (S1) thesis, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.

[thumbnail of Qilyatul Kasanah 101220158  Hki (1).pdf]
Preview
Text
Qilyatul Kasanah 101220158 Hki (1).pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK
Kasanah, Qilyatul 2026, Analisis Putusan Hakim Nomor 155/Pdt.G/2025/PA.Po Terhadap Penetapan Hak Asuh Anak yang Jatuh Kepada Ayah Perspektif Maqāṣid al-Sharī‘ah” Skripsi Program Studi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syari’ah Universitas Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Pembimbing: Muhammad Ali Murtadlo, S.H.I., M.H.I
Kata Kunci/Keywords: Hak Asuh anak, Anak Belum Mumayyiz, pertimbangan hakim, kemaslahatan, perlindungan anak, Maqāṣid al-Sharī‘ah
Berkaitan dengan analisis pertimbangan hakim dalam menetapkan hak asuh anak yang belum mumayyiz kepada ayah dalam Putusan Nomor 155/Pdt.G/2025/PA.Po, secara normatif Pasal 105 Kompilasi Hukum Islam menegaskan bahwa hak asuh pada dasarnya berada pada ibu, namun Pasal 156 huruf c membuka kemungkinan berpindahnya hak asuh apabila tidak memenuhi syarat. Pengalihan hak asuh kepada ayah menjadi persoalan penting karena berpotensi menimbulkan dampak yang merugikan bagi anak apabila tidak didasarkan pada pertimbangan yang tepat. Oleh karena itu, analisis terhadap putusan ini diperlukan untuk memastikan bahwa penetapan hak asuh benar-benar tidak merugikan anak dan tetap berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak. Agar tetap selaras dengan tujuan maqāṣid al-sharī‘ah, yaitu menjaga agama (ḥifẓ al-dīn), jiwa (ḥifẓ al-nafs), akal (ḥifẓ al-‘aql), keturunan (ḥifẓ al-nasl), dan harta (ḥifẓ al-māl).
Rumusan masalah dalam penelitian ada dua yakni, Bagaimana pertimbangan hakim dalam menetapkan hak asuh anak yang belum mumayyiz kepada ayah dalam Putusan Nomor 155/Pdt.G/2025/PA.Po perspektif maqāṣid al-sharī’ah? dan Bagaimana implikasi putusan tersebut pada aspek perlindungan dan kemaslahatan anak ditinjau dari perspektif Maqāṣid al-sharī’ah?
Adapun skripsi ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian pustaka (library research) yang menggunakan pendekatan normatif dan perspektif Maqāṣid al-sharī‘ah. Data penelitian diperoleh melalui teknik dokumentasi, yaitu dengan membaca dan menganalisis Putusan Pengadilan Agama Ponorogo Nomor 155/Pdt.G/2025/PA.Po sebagai sumber utama, serta didukung oleh literatur hukum berupa buku, jurnal, peraturan perundang-undangan, dan hasil wawancara dengan advokat sebagai sumber pendukung. Analisis data dilakukan dengan memadukan ketentuan hukum positif dan teori Maqāṣid al-sharī‘ah untuk menilai pertimbangan hakim dalam menetapkan hak asuh anak pasca perceraian.
Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pertimbangan hakim dalam menetapkan hak asuh anak yang belum mumayyiz kepada ayah dalam Putusan Nomor 155/Pdt.G/2025/PA.Po didasarkan pada kondisi faktual pengasuhan, stabilitas lingkungan, serta kepentingan terbaik bagi anak, dan hal tersebut sejalan dengan prinsip maqāṣid al-sharī‘ah. Adapun implikasi putusan tersebut menunjukkan adanya perlindungan dan kemaslahatan anak melalui pengasuhan yang lebih aman dan berkelanjutan. Secara keseluruhan, putusan ini sejalan dengan prinsip ḥifẓ al-dīn, ḥifẓ al-nafs, ḥifẓ al-‘aql, ḥifẓ al-nasl, dan ḥifẓ al-māl.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 08 Jun 2026 03:36
Last Modified: 08 Jun 2026 03:36
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/38828

Actions (login required)

View Item View Item