Nanda, Eka Ayu Sofia (2026) Kebijakan Relokasi Program Car Free Day Dan Dampaknya Terhadap Pedagang Kaki Lima Di Ponorogo Dalam Perspektif Maslahah Mursalah. Undergraduate (S1) thesis, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.
Preview |
Text
401220062_Eka Ayu Sofia Nanda_Ekonomi Syariah.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah kebijakan Pemerintah Kabupaten Ponorogo yang merelokasi kegiatan Car Free Day (CFD) dari Jalan Suromenggolo Ke Jalan Hos Cokroaminoto. Kebijakan ini diambil untuk mengatasi masalah kemacetan dan ketidakteraturan akibat bercampurnya aktivitas olahraga dengan aktivitas perdagangan. Namun, kebijakan ini menimbulkan perdebatan terutama di kalangan pedagang kaki lima (PKL) yang merasa mengalami penurunan jumlah pembeli.
Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk memaparkan dan menganalisis pelaksanaan kebijakan relokasi program Car Free Day, memaparkan dan menganalisis dampak kebijakan terhadap kondisi sosial dan ekonomi pedagang kaki lima, serta memaparkan dan menganalisis kebijakan relokasi dan dampaknya dari perspektif maslahah mursalah di Kabupaten Ponorogo. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan para pihak terkait (Dinas Perhubungan, Kepolisian, Pedagang Kaki Lima, dan pengunjung CFD), serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi subjek, waktu, dan teknik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kebijakan relokasi Car Free Day dilaksanakan dengan memisahkan fungsi ruang olahraga di Jalan Hos Cokroaminoto dan ruang ekonomi (Pasar Minggu) di Jalan Suromenggolo; (2) Kebijakan tersebut memberikan dampak sosial yang positif berupa ruang publik yang lebih tertib, namun secara ekonomi menimbulkan ketimpangan ekonomi, PKL lama dengan modal sosial kuat cenderung stabil, sementara PKL baru mengalami penurunan omzet akibat pembatasan waktu dan perpindahan pusat keramaian; (3) Ditinjau dari perspektif maslahah mursalah, kebijakan ini telah memenuhi syarat kemaslahatan karena bertujuan menjaga keselamatan jiwa (Hifzh an-Nafs), ketertiban umum (Hifz al-Aql), dan tetap memberi ruang terhadap perlindungan harta (Hifzh al-Mal). Kebijakan ini dinilai memberikan kemaslahatan yang lebih besar dibandingkan kemudaratannya, meskipun masih memerlukan penyempurnaan pada aspek fasilitas kebersihan dan pendampingan pedagang kaki lima.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Choirul Daroji |
| Subjects: | 14 ECONOMICS > 1499 Other Economics > 149999 Economics not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Jurusan Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 09 Jun 2026 06:27 |
| Last Modified: | 09 Jun 2026 06:27 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/38973 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
