Motif Petani Menanam Tembakau dalam Pandangan Tokoh Nahdlatul Ulama’ dan Muhammadiyah (Studi di Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro)

Muhsinin, Muhammad (2026) Motif Petani Menanam Tembakau dalam Pandangan Tokoh Nahdlatul Ulama’ dan Muhammadiyah (Studi di Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro). Undergraduate (S1) thesis, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.

[thumbnail of SKRIPSI MUHAMMAD MUHSININ 102220079.pdf]
Preview
Text
SKRIPSI MUHAMMAD MUHSININ 102220079.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena petani yang tetap menanam tembakau meskipun tembakau sebagai bahan baku rokok sering menimbulkan perdebatan hukum, khususnya berkaitan dengan aspek kesehatan dan kemaslahatan. Di sisi lain, bagi masyarakat pedesaan tembakau merupakan komoditas yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Kondisi tersebut melahirkan beragam pandangan dari tokoh agama, khususnya tokoh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif petani menanam tembakau serta menganalisis pandangan tokoh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah terhadap motif petani menanam tembakau ditinjau melalui perspektif maqashid syariah Jasser Auda.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap petani tembakau dan tokoh agama dari Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, serta dokumentasi pendukung. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Penelitian ini menggunakan teori fenomenologi Alfred Schutz untuk menganalisis because motive (motif alasan) dan in order to motive (motif tujuan) petani dalam menanam tembakau, serta teori maqashid syariah Jasser Auda dengan pendekatan sistem untuk menganalisis pandangan tokoh agama.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif petani menanam tembakau terdiri dari because motive dan in order to motive. Because motive meliputi faktor tradisi keluarga, pengaruh lingkungan, dan pengalaman keuntungan ekonomi masa lalu. Sedangkan in order to motive meliputi tujuan memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, biaya pendidikan anak, serta modal pertanian pada musim berikutnya. Pandangan tokoh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah menunjukkan bahwa hukum menanam tembakau pada dasarnya dipandang mubah karena mempertimbangkan aspek kemaslahatan yang lebih besar dibanding mafsadahnya. Tokoh NU menekankan pertimbangan kebutuhan nafkah keluarga dan kondisi sosial petani, bahkan dalam kondisi tertentu hukum menanam tembakau dapat berubah menjadi wajib apabila menjadi satu-satunya sarana pemenuhan nafkah keluarga. Sementara tokoh Muhammadiyah meskipun mengakui adanya dampak negatif rokok, tetap mempertimbangkan realitas ekonomi petani dan keterbatasan alternatif komoditas pertanian. Dalam perspektif maqashid syariah Jasser Auda, pandangan hukum tersebut menunjukkan bahwa konstruksi hukum dibentuk melalui pendekatan sistem yang mempertimbangkan aspek kognitif, keutuhan, keterbukaan, keterhubungan, multidimensionalitas, dan orientasi kemaslahatan.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: M.Harir Muzakki
Subjects: 14 ECONOMICS > 1499 Other Economics > 149999 Economics not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 10 Jun 2026 02:38
Last Modified: 10 Jun 2026 02:38
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/39057

Actions (login required)

View Item View Item