Abimansur, Abimansur (2026) IMPLEMENTASI METODE SYAWIR DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN RETORIKA SANTRI DI PONDOK PESANTREN AL-KHOLILY MA’UNAH SARI SAMPUNG PONOROGO. Undergraduate (S1) thesis, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari.
Preview |
Text
201220002_Abimansur_PAI.pdf Download (3MB) | Preview |
Abstract
Abimansur. 2026. Implementasi Metode Syawir Dalam Mengembangkan Retorika Santri di Pondok Pesantren Al-Kholily Ma’unah Sari Sampung Ponorogo. Skripsi, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Pembimbing: Dr. Ahmad Sulton, M.Pd.I
Kata Kunci: Implementasi, Metode Syawir, Retorika, Santri.
Kemampuan retorika santri menjadi peran penting dalam pendidikan agama islam yakni sebagai bekal dalam menyampaikan gagasan keislaman secara logis, sistematis, dan santun, sementara pengembangannya di lingkungan pesantren belum selalu dilakukan secara optimal.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan implementasi metode syawir di Pondok Pesantren Al-Kholily Ma’unah Sari, (2) menganalisis kualitas retorika santri melalui metode tersebut, (3) serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat keberhasilan penerapannya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif dengan model Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode syawir dilaksanakan dalam bentuk forum diskusi keilmuan yang membahas kitab Fathul Qarib, dengan melibatkan mushohih, moderator, dan santri secara aktif. Metode ini terbukti mampu mengembangkan kualitas retorika santri, yang tampak pada meningkatnya keberanian berbicara, tumbuhnya rasa percaya diri, kemampuan menyampaikan gagasan secara lebih jelas dan runtut, serta kemampuan menyusun dan mempertahankan argumen. Keberhasilan penerapan metode syawir didukung oleh pembiasaan berbicara, kesiapan materi, peran moderator, bimbingan mushohih, dan budaya musyawarah di lingkungan pesantren. Adapun faktor penghambatnya meliputi kurangnya rasa percaya diri santri, rasa malu, keterbatasan penguasaan materi, perbedaan kemampuan komunikasi, dan minimnya referensi kitab pendukung. Dengan demikian, metode syawir dapat dipahami sebagai sarana pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan kemampuan retorika santri di lingkungan pesantren.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Ahmad Sulton |
| Subjects: | 13 EDUCATION > 1399 Other Education > 139999 Education not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Jurusan Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 14 Jun 2026 14:55 |
| Last Modified: | 14 Jun 2026 14:55 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/39438 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
