PENGGUNAAN UNGGAH-UNGGUH BAHASA JAWA DAN SOPAN SANTUN SISWA KELAS IV DALAM INTERAKSI DI MIN 6 PONOROGO

Wati, Devi Sukma Pratama (2026) PENGGUNAAN UNGGAH-UNGGUH BAHASA JAWA DAN SOPAN SANTUN SISWA KELAS IV DALAM INTERAKSI DI MIN 6 PONOROGO. Undergraduate (S1) thesis, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.

[thumbnail of 203220067_Devi Sukma_ethesis.pdf]
Preview
Text
203220067_Devi Sukma_ethesis.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK
Wati, Devi Sukma Pratama. 2026. Penggunaan Unggah-Ungguh Bahasa Jawa dan Sopan Santun Siswa Kelas IV dalam Interaksi di MIN 6 Ponorogo. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Pembimbing: Ayunda Riska Puspita, M.A.

Kata kunci: unggah-ungguh bahasa Jawa, sopan santun, interaksi siswa, ngoko, krama
Bahasa Jawa memiliki sistem tingkat tutur yang disebut unggah-ungguh, yaitu aturan berbahasa yang mengharuskan penutur menyesuaikan ragam bahasanya berdasarkan usia, status sosial, dan hubungan dengan lawan bicara. Unggah-ungguh bukan sekadar aturan kebahasaan, tetapi juga mencerminkan nilai kesopanan dalam budaya Jawa yang berkaitan erat dengan pembentukan sopan santun siswa. Namun di MIN 6 Ponorogo, siswa kelas IV cenderung menggunakan ngoko kepada guru dan belum mampu menerapkan krama secara konsisten sehingga sopan santun berbahasa belum terbentuk secara optimal.
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan unggah-ungguh dalam interaksi siswa dengan guru, interaksi antarteman sebaya, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya, serta mendeskripsikan sopan santun siswa kelas IV dalam penggunaan unggah-ungguh bahasa Jawa di MIN 6 Ponorogo.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipatif, wawancara semi-terstruktur, rekaman, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang mencakup kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik dan triangulasi sumber.
Hasil penelitian menunjukkan empat temuan utama. Pertama, penggunaan krama kepada guru belum optimal dan hanya muncul pada situasi tertentu seperti meminta izin atau menyapa guru, dengan krama yang digunakan masih sebatas krama lugu bercampur ngoko. Kedua, interaksi antarteman sebaya didominasi ngoko secara konsisten, yang secara normatif sudah sesuai, namun siswa belum mampu membedakan konteks sehingga ngoko terbawa pula dalam interaksi dengan guru. Ketiga, penggunaan unggah-ungguh dipengaruhi lima faktor, yaitu usia, status sosial, keakraban, situasi komunikasi, dan lingkungan keluarga sebagai faktor paling mendasar. Keempat, sopan santun siswa belum terbentuk secara optimal dari sisi verbal, meskipun dari sisi nonverbal siswa sudah menunjukkan perilaku positif seperti mengucapkan salam, menyapa dengan "monggo", dan meminta izin kepada guru. Siswa sudah memiliki kesadaran awal bahwa krama lebih sopan, namun kebiasaan yang belum konsisten menjadi penghambat utama terbentuknya sopan santun berbahasa secara maksimal.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Ayunda Riska Puspita
Subjects: 13 EDUCATION > 1399 Other Education > 139999 Education not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 15 Jun 2026 04:39
Last Modified: 15 Jun 2026 04:39
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/39725

Actions (login required)

View Item View Item