Pola Asuh Orang Tua Dalam Penggunaan Gawai Pada Anak Usia Dini Di RA Muslimat NU 016 Mayak

Maulida Zakiya, Nuha (2026) Pola Asuh Orang Tua Dalam Penggunaan Gawai Pada Anak Usia Dini Di RA Muslimat NU 016 Mayak. Undergraduate (S1) thesis, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.

[thumbnail of Skripsi_ Nuha Maulida Zakiya_205220026_e-theses.pdf]
Preview
Text
Skripsi_ Nuha Maulida Zakiya_205220026_e-theses.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat menyebabkan meningkatnya penggunaan gawai pada anak usia dini. Kondisi ini menuntut peran orang tua dalam mengarahkan penggunaan gawai agar tidak berdampak negatif terhadap perkembangan anak. Pola asuh yang diterapkan orang tua menjadi faktor penting dalam membentuk perilaku anak dalam menggunakan gawai, sehingga perlu dikaji lebih mendalam. Namun kenyataannya, masih banyak orang tua yang belum mampu menerapkan pola asuh digital secara efektif. Fenomena ini juga terlihat di RA Muslimat NU 016 Mayak sebagian besar orang tua telah mengenalkan gawai kepada anak sejak usia dini. Oleh karena itu, orang tua perlu berperan aktif dalam mengarahkan, mengawasi konten, pembatasan waktu, serta pendampingan dalam penggunaan gawai.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan (1) bentuk penerapan pola asuh otoriter orang tua dalam penggunaan gawai pada anak usia dini; (2) bentuk penerapan pola asuh demokratis orang tua dalam penggunaan gawai pada anak usia dini; (3) bentuk penerapan pola asuh permisif orang tua dalam penggunaan gawai pada anak usia dini.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari enam orang tua yang memiliki anak usia 4–6 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerapan pola asuh otoriter ditandai dengan adanya aturan yang ketat, pembatasan waktu penggunaan gawai, pengawasan yang tinggi, serta minimnya keterlibatan anak dalam pengambilan keputusan terkait penggunaan gawai; (2) penerapan pola asuh demokratis ditandai dengan adanya komunikasi dua arah antara orang tua dan anak, pemberian kesempatan kepada anak untuk menyampaikan pendapat, kebebasan yang disertai tanggung jawab, serta pengawasan yang tetap dilakukan oleh orang tua; dan (3) penerapan pola asuh laisses fire (permisif) ditandai dengan pemberian kebebasan yang luas kepada anak dalam menggunakan gawai, minimnya pengawasan, kurangnya arahan, serta tidak adanya aturan yang jelas mengenai penggunaan gawai.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Safiruddin Al-Baqi
Subjects: 13 EDUCATION > 1399 Other Education > 139999 Education not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 19 Jun 2026 01:50
Last Modified: 19 Jun 2026 01:50
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/40553

Actions (login required)

View Item View Item