Dewi, Fitria Puji Atma (2026) ..(GUNAKAN MATERAI ASLI YANG BERBEDA PADA LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS DAN KEASLIAN TULISAN, UPLOAD ULANG).. KONSEP MENGHINDARI AKHLAK TERCELA DALAM KITAB TAYSĪR AL-KHALĀQ DAN RISĀLAT AL-MU‘ĀWANAH SERTA RELEVANSINYA TERHADAP HARMONI SOSIAL PERSPEKTIF ÉMILE DURKHEIM. Masters thesis, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.
Preview |
Text
505240025_FITRIA PUJI ATMA DEWI_MPAI.pdf Download (4MB) | Preview |
Abstract
Dewi, Fitria Puji Atma Dewi. 2026. Konsep Menghindari Akhlak Tercela dalam Kitab Taysīr Al-Khalāq dan Risālat al-Mu‘āwanah serta Relevansinya terhadap Harmoni Sosial Émile Durkheim. Tesis . Program Magister Program Studi Pendidikan Agama Islam Pascasarjana UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Pembimbing I : Nur Kolis, Ph.D., Pembimbing II: Dr. Iswahyudi, M.Ag.
Kata Kunci: Akhlak Tercela, Harmoni Sosial, Taysīr Al-Khalāq, Risālat al-Mu‘āwanah, Émile Durkheim
Fenomena melemahnya hubungan sosial dalam masyarakat ditandai dengan meningkatnya perilaku sombong, dusta, dengki, ghibah, fitnah, serta tindakan tidak adil yang memicu konflik, hilangnya rasa saling percaya, dan renggangnya solidaritas sosial. Kondisi tersebut menunjukkan urgensi penguatan nilai-nilai moral dan pengendalian diri untuk mewujudkan harmoni sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Kitab Taysīr Al-Khalāq menekankan pentingnya menghindari akhlak tercela, sedangkan Risālat al-Mu‘āwanah menekankan penguatan nilai nasihat, pengendalian diri, keadilan, dan etika sosial sebagai dasar menjaga hubungan antarsesama. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji konsep menghindari akhlak tercela dalam kedua kitab tersebut serta relevansinya dengan perspektif teori sosial Émile Durkheim dalam menjaga integrasi sosial, solidaritas sosial, dan pembagian kerja.
Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) menginterpretasikan menghindari akhlak tercela dalam kitab Taysīr Al-Khalāq dan Risālat al-Mu‘āwanah untuk mewujudkan integrasi sosial perspektif teori sosial Émile Durkheim;
(2) menginterpretasikan konsep menghindari akhlak tercela untuk mewujudkan solidaritas sosial perspektif teori sosial Émile Durkheim; (3) menginterpretasikan konsep menghindari akhlak tercela untuk mewujudkan pembagian kerja perspektif teori sosial Émile Durkheim.
Penelitian ini termasuk jenis penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis. Sumber data penelitian berasal dari kitab Taysīr Al-Khalāq dan Risālat al-Mu‘āwanah serta berbagai literatur yang relevan. Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) model Klaus Krippendorff melalui tahapan unitisasi, sampling, pengodean, reduksi data, penyimpulan, dan validasi.
Penelitian ini menghasilkan tiga temuan. Pertama, penghindaran akhlak tercela seperti al-ghurūr, takabbur, dan an-namīmah menjadi fondasi integrasi sosial karena memperkuat kesadaran kolektif, rasa kebersamaan, dan hubungan saling percaya dalam masyarakat. Kedua, penghindaran akhlak tercela seperti dusta, dendam, dengki, dan ghibah berperan penting dalam menjaga kesadaran kolektif, memperkuat kepercayaan, serta mempertahankan kohesi dan stabilitas sosial baik dalam solidaritas mekanik maupun organik, yang diperkuat melalui kejujuran, kepedulian, dan saling menasihati. Ketiga, dalam perspektif pembagian kerja, penghindaran sifat zhalim serta pengamalan keadilan dan pemenuhan hak-hak sesama berperan penting dalam menjaga keseimbangan hubungan sosial, memperkuat hubungan saling ketergantungan, serta mencegah konflik sosial.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Pembimbing 1 : Nur Kolis, Pembimbing 2 : Iswahyudi |
| Subjects: | 13 EDUCATION > 1399 Other Education > 139999 Education not elsewhere classified |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 23 Jun 2026 03:28 |
| Last Modified: | 23 Jun 2026 03:28 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/41011 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
