Khoirunnisa, Syafira (2026) ..(GUNAKAN MATERAI ASLI YANG BERBEDA PADA LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS DAN KEASLIAN TULISAN, UPLOAD ULANG).. Analisis Maqasid Shariah Terhadap Penegakan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Kota Madiun. Undergraduate (S1) thesis, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.
Preview |
Text
103220083_SYAFIRA KHOIRUNNISA_HUKUM TATA NEGARA.pdf Download (2MB) | Preview |
Abstract
Tingginya pelanggaran rambu lalu lintas di Kota Madiun menunjukkan masih rendahnya kesadaran hukum masyarakat dalam mematuhi peraturan berlalu lintas. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan kerugian materiil maupun nonmateriil, bahkan korban jiwa. Meskipun telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pelanggaran lalu lintas masih sering terjadi sehingga diperlukan kajian tidak hanya dari aspek hukum positif, tetapi juga dari perspektif maqāṣyid sharī‘ah yang berorientasi pada kemaslahatan dan pencegahan kemudaratan.
Penelitian ini berfokus pada dua rumusan masalah, yaitu: bagaimana analisis maqāṣid sharī‘ah terhadap pelanggaran Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 terkait tingginya pelanggaran rambu lalu lintas di Kota Madiun, dan bagaimana analisis maqāṣid sharī‘ah terhadap penegakan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 terkait tingginya pelanggaran rambu lalu lintas di Kota Madiun.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif empiris. Data diperoleh melalui wawancara dengan anggota Satlantas Polres Madiun Kota dan masyarakat yang pernah melakukan pelanggaran lalu lintas, observasi di beberapa titik rawan pelanggaran, serta dokumentasi berupa data pelanggaran, kecelakaan lalu lintas, dan berbagai literatur yang relevan. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif menggunakan perspektif maqāṣyid sharī‘ah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingginya pelanggaran rambu lalu lintas di Kota Madiun disebabkan oleh rendahnya kesadaran hukum, kebiasaan melanggar, dan kurangnya kedisiplinan masyarakat. Dalam perspektif maqāṣyid sharī‘ah, pelanggaran tersebut bertentangan dengan tujuan syariat, khususnya hifẓ al-nafs (menjaga jiwa), hifẓ al-‘aql (menjaga akal), hifẓ al-māl (menjaga harta), serta prinsip dar’ al-mafsadah (mencegah kerusakan). Sementara itu, penegakan hukum yang dilakukan melalui upaya preventif dan represif merupakan bentuk implementasi jalb al-maṣlaḥah (mewujudkan kemaslahatan) dan hifẓ al-nafs dalam menciptakan keselamatan, ketertiban, dan keamanan berlalu lintas bagi masyarakat Kota Madiun.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Udin Safala |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Tata Negara |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 24 Jun 2026 01:15 |
| Last Modified: | 24 Jun 2026 01:15 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/41072 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
