Telaah Semiotika Ferdinand de Saussure pada Arsitekur Masjid Agung Ponorogo

Okteriana Iswandari, Euis (2026) Telaah Semiotika Ferdinand de Saussure pada Arsitekur Masjid Agung Ponorogo. Undergraduate (S1) thesis, IAIN PONOROGO.

[thumbnail of 304220012_Euis Okteriana Iswandari_SPI.pdf]
Preview
Text
304220012_Euis Okteriana Iswandari_SPI.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna penanda, petanda dan makna simbol arsitektur yang ada di Masjid Agung Ponorogo melalui pendekatan semiotika yang dikemukakan oleh Ferdinand de Saussure. Arsitektur masjid tidak hanya dipahami sebagai bentuk fisik, melainkan sebagai sistem tanda dengan kultural, religius dan historis. Oleh karena itu, pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure menitikberatkan pada relasi antara signifier (penanda) dan signified (petanda) yang digunakan untuk mengungkap makna yang tersembunyi di balik elemen-elemen arsitektural masjid tersebut.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap struktur bangunan, wawancara, dokumentasi dan studi literatur yang relevan dengan teori semiotika dan arsitektur Islam. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi elemen-elemen utama arsitektur seperti kubah, menara, ornamen kaligrafi, tata ruang, serta penggunaan warna dan material, yang kemudian ditafsirkan sebagai tanda dalam system semiotik. Arsitektur Masjid Agung Ponorogo memiliki simbolisme yang kaya yang mencerminkan penggabungan budaya Jawa dan Islam. Keunikan arsitektur Masjid Agung Ponorogo juga tercermin dalam penggunaan material, bentuk, dan struktur bangunan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman tentang arsitektur keagamaan dan pelestarian warisan budaya
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa arsitektur Masjid Agung Ponorogo merepresentasikan perpaduan antara nilai-nilai Islam dengan kearifan lokal budaya Jawa. Pengaruh budaya Jawa tampak dalam bentuk atap, pola ornamen, serta filosofi ruang yang mengedepankan harmoni dan keseimbangan. Berdasarkan hasil data dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa arsitektur Masjid Agung Ponorogo merupakan sistem tanda yang kompleks, yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai media komunikai simbolik yang merepresentasikan nilai-nilai spiritual, budaya, dan sosial. Pendekatan Semiotika Ferdinanad de Saussure terbukti efektif dalam mengungkap makna yang terkandung dalam elemen arsitektur, sehingga memperikan pemahaman yang lebih mendalam terhadap hubungan antara bentuk, fungsi, dan makna dalam konteks arsitektur Islam lokal.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Iswahyudi
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2299 Other Philosophy and Religious Studies > 229999 Philosophy and Religious Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Jurusan Sejarah Peradaban Islam
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 24 Jun 2026 01:28
Last Modified: 24 Jun 2026 01:28
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/41077

Actions (login required)

View Item View Item