Analisis Tinjauan Normatif Tentang Faktor Perceraian Akibat Long Distance Marriage dan Dampaknya Terhadap Anak (Studi Kasus di Desa Tegalombo Kecamatan Kauman Kabupaten Ponorogo)

Ummi Rafidah, Rizqi (2026) Analisis Tinjauan Normatif Tentang Faktor Perceraian Akibat Long Distance Marriage dan Dampaknya Terhadap Anak (Studi Kasus di Desa Tegalombo Kecamatan Kauman Kabupaten Ponorogo). Undergraduate (S1) thesis, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.

[thumbnail of Etheses-Rizqi Ummi Rafidahh.pdf]
Preview
Text
Etheses-Rizqi Ummi Rafidahh.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Long Distance Marriage merupakan suatu hubungan pernikahan dimana keduanya harus berpisah tempat tinggal dalam sementara waktu. Fenomena ini menyebabkan beberapa konflik mendalam yang bersumber dari hubungan pernikahan jarak jauh itu sendiri. Konflik tersebut diantaranya kurangnya komunikasi, berkurangnya rasa kasih sayang, bahkan hingga munculnya pihak ketiga. Hal ini menyebabkan pasangan suami istri yang menjalani long distance marriage mengalami konflik bahkan berujung pada perceraian. Hal ini dapat dikaji menggunakan teori ketahanan keluarga yang dikembangkan oleh Euis Sunarti. Dari permasalahan tersebut juga memberikan dampak bagi anak mereka yang menjadi korban perceraian. Dari sudut pandang hukum Islam, dampak bagi anak korban perceraian ini dapat dikaji dengan perspektif Ḥaḍānah.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana long distance marriage menjadi faktor perceraian di Desa Tegalombo Kecamatan Kauman Kabupaten Ponorogo? Bagaimana dampak perceraian akibat long distance marriage terhadap anak perspektif ḥaḍānah?
Adapun skripsi ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan fenomenologi. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi kepada masyarakat Desa Tegalombo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo.
Dari hasil penelitian ini menemukan bahwa long distance marriage menjadi salah satu faktor utama terjadinya perceraian akibat lemahnya komunikasi, rendahnya kepercayaan, serta kurangnya pemenuhan kebutuhan emosional pasangan. Berdasarkan analisis teori konflik, kondisi ini mencerminkan adanya pertentangan kepentingan dan ketidakseimbangan dalam relasi suami istri. Adapun dampak perceraian terhadap anak meliputi aspek psikologis, sosial, serta emosional, seperti rasa kehilangan, kurangnya perhatian, bahkan hingga gangguan dalam perkembangan kepribadian. Dalam perspektif ḥaḍānah, anak yang menjadi korban perceraian tetap berhak memperoleh pengasuhan, perlindungan, dan kasih sayang dari kedua orang tuanya, dengan mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak (the best interest of the child).

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Khairil Umami
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180113 Family Law
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 24 Jun 2026 01:56
Last Modified: 24 Jun 2026 01:56
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/41101

Actions (login required)

View Item View Item