Ardiansyah, Muhammad Choirul (2026) Peran Penyuluh Kantor Urusan Agama Kecamatan Ponorogo dalam Proses Sertifikasi Tanah Wakaf Perspektif Efektivitas Hukum. Undergraduate (S1) thesis, UIN Ponorogo.
Preview |
Text
Etheses Skripsi Muhammad Choirul Ardiansyah.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK
Ardiansyah, Muhammad Choirul. Peran Penyuluh Kantor Urusan Agama Kecamatan Ponorogo Dalam Proses Sertifikasi Tanah Wakaf Perspektif Efektivitas Hukum, Skripsi Jurusan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Pembimbing: Lia Noviana, M.H.I.
Kata Kunci: Peran Penyuluh Wakaf, Sertifikasi Wakaf, Efektivitas Hukum.
Wakaf merupakan instrumen sosial-keagamaan yang memiliki fungsi strategis dalam pemberdayaan umat, namun potensinya tidak dapat terwujud secara optimal tanpa adanya kepastian hukum melalui sertifikasi. Di Kecamatan Ponorogo, proses sertifikasi tanah wakaf belum berjalan secara menyeluruh, di mana masih terdapat sejumlah besar tanah wakaf yang belum memiliki sertifikat resmi akibat kompleksitas hambatan administratif, rendahnya kesadaran hukum masyarakat, serta lemahnya koordinasi lintas lembaga. Dalam konteks inilah peran penyuluh agama Islam KUA menjadi sangat krusial sebagai ujung tombak pendampingan, edukasi, dan fasilitasi masyarakat menuju legalitas wakaf yang sah secara hukum.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apa saja upaya penyuluh Kantor Urusan Agama Kecamatan Ponorogo dalam proses sertifikasi tanah wakaf perspektif efektivitas hukum? Faktor penghambat apa saja yang mempengaruhi peran penyuluh Kantor Urusan Agama Kecamatan Ponorogo dalam proses sertifikasi tanah wakaf perspektif efektivitas hukum?
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif lapangan (Field Research) dengan pendekatan empiris. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan Penyuluh, Nadzir, serta PPAIW. Analisis data dilakukan dengan mengaitkan temuan empiris dengan teori efektivitas hukum, meliputi teori pendekatan empiris sosiologis terhadap peran penyuluh.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya penyuluh KUA Kecamatan Ponorogo mencakup peran edukatif melalui sosialisasi dan edukasi hukum wakaf, peran fasilitatif melalui pendampingan dokumen, koordinasi lintas lembaga, dan pemanfaatan program PTSL, serta peran partisipatif melalui kehadiran dalam ikrar AIW dan pembinaan desa binaan. Adapun faktor penghambat sertifikasi dapat dikelompokkan ke dalam lima faktor efektivitas hukum Soerjono Soekanto, di mana faktor hukum dinilai sudah cukup memadai, sementara faktor penegak hukum, sarana dan fasilitas, masyarakat, serta budaya hukum masih lemah dalam implementasinya. Berdasarkan temuan tersebut, peran penyuluh belum efektif secara penuh karena keterbatasan kewenangan teknis di BPN, lemahnya koordinasi lintas lembaga, dan rendahnya kesadaran hukum masyarakat, sehingga optimalisasinya memerlukan penguatan sistem yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Lia Noviana |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 24 Jun 2026 03:15 |
| Last Modified: | 24 Jun 2026 03:15 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/41120 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
