Azizi, Diaz Zikrul (2026) Budaya Sekolah dalam Membentuk Karakter Religius Siswa Tunagrahita di Sekolah Luar Biasa Negeri Punung Pacitan. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.
Preview |
Text
505240027_Diaz Zikrul Azizi_MPAI.pdf Download (4MB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembentukan karakter religius siswa tunagrahita melalui budaya sekolah di tengah keterbatasan pemahaman, konsentrasi, dan kemampuan adaptasi siswa dalam mengikuti kegiatan keagamaan. Sekolah memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai religius melalui tradisi, pembiasaan, dan simbol-simbol yang diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Sehubungan dengan hal tersebut, penelitian di SLB Negeri Punung Pacitan penting dilakukan sebagai bentuk upaya memahami budaya sekolah dalam membentuk karakter religius siswa tunagrahita.
Tujuan penelitian di SLB Negeri Punung Pacitan ini adalah untuk: 1) Menganalisis tradisi yang membentuk karakter religius siswa tunagrahita di SLB Negeri Punung Pacitan, 2) Menganalisis pembiasaan yang membentuk karakter religius siswa tunagrahita di SLB Negeri Punung Pacitan, dan 3) Menganalisis simbol-simbol yang membentuk karakter religius siswa tunagrahita di SLB Negeri Punung Pacitan.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sementara itu, analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang mencakup proses pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Sedangkan teknik pengecekan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya sekolah di SLB Negeri Punung Pacitan membentuk karakter religius siswa tunagrahita melalui tiga bentuk utama. Pertama, tradisi yang meliputi Isra’ Mi’raj, Maulid Nabi Muhammad SAW, Pondok Ramadhan, dan Hari Santri Nasional yang mampu membentuk karakter religius berupa ketataan beribadah, keimanan dan ketakwaan, kecintaan kepada Rasulullah SAW, tanggung jawab, kepedulian sosial, kejujuran dan cinta tanah air. Kedua, pembiasaan yang meliputi membaca doa sebelum dan sesudah pembelajaran, shalat Dhuha dan Dzuhur berjamaah, pembacaan surat-surat pendek dan asmaul husna, serta Budaya 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun) yang membentuk karakter ketakwaan beribadah, tanggung jawab, kejujuran, kebersamaan, kepedulian sosial, rendah hati, toleransi dan pengendalian diri. Ketiga, simbol-simbol yang meliputi poster doa dan tulisan Islami, hasil karya siswa (Khot), penggunaan seragam sekolah, serta keteladanan guru yang membentuk karakter religius berupa ketataan beribadah, kejujuran, tanggung jawab, kesabaran, kepedulian sosial, sikap hormat kepada guru dan sesama, serta perilaku yang mencerminkan akhlakul karimah.
Kata Kunci: Budaya Sekolah, Karakter Religius, Siswa Tunagrahita
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Mambaul Ngadhimah, M. Miftahul Ulum |
| Subjects: | 13 EDUCATION > 1399 Other Education > 139999 Education not elsewhere classified |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 24 Jun 2026 07:33 |
| Last Modified: | 24 Jun 2026 07:33 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/41166 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
