Fadilah, Nurul (2026) PENCEGAHAN PERCERAIAN KELUARGA PEKERJA MIGRAN MELALUI PROGRAM GEMBOK KATRESNAN DI DESA BRINGINAN JAMBON: ANALISIS FUNGSIONALISME STRUKTURAL. Masters thesis, UIN Kiai Ageng Muhammad BesariPonorogo.
Preview |
Text
E THESIS NURUL FADILAH NIM 503240004.pdf Download (2MB) | Preview |
Abstract
Fenomena perceraian di kalangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) merupakan persoalan sosial yang memerlukan perhatian serius karena berdampak pada disfungsi struktur keluarga. Program Gembok Katresnan di Desa Bringinan, Kec. Jambon, Kab. Ponorogo hadir sebagai inovasi kebijakan lokal untuk menekan angka perceraian melalui simbolisasi komitmen yang kuat. Desa Bringinan merupakan salah satu desa di Ponorogo yang secara proaktif mengonversi keprihatinan sosial menjadi produk hukum formal guna melindungi warganya yang bekerja di luar negeri. Penerapan program ini bertujuan untuk menjaga keutuhan rumah tangga dan stabilitas sosial masyarakat desa melalui penguatan nilai-nilai kasih sayang dan kesetiaan.
Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus yang menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi di Desa Bringinan, Jambon, Ponorogo. Analisis data dilakukan dengan pendekatan teori fungsionalisme struktural Talcott Parsons melalui skema AGIL (Adaptation, Goal Attainment, Integration, dan Latency). Hasil dari analisis data tersebut disajikan secara deskriptif untuk menggambarkan efektivitas struktur sosial desa dalam menjalankan fungsi perlindungan terhadap keluarga migran.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi upaya Desa Bringinan dalam mengurangi angka perceraian PMI melalui Program Gembok Katresnan, menganalisis faktor-faktor struktural yang memengaruhi keberhasilan program tersebut, serta mendeskripsikan pengaruh struktur sosial desa terhadap ketahanan keluarga pekerja migran.
Temuan yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Program Gembok Katresnan mentransformasi nilai agama dan budaya ke dalam instrumen hukum yaitu Perdes tahun 2019 dan Perkades tahun 2023 melalui mekanisme peringatan dini dan pendampingan administratif. Efektivitasnya bergantung pada konsistensi implementasi di tingkat pemerintah Desa. 2) Keberhasilan program didukung oleh empat fungsi sistem sosial (AGIL) meliputi, adaptasi terhadap kebijakan dan ekonomi mandiri, pencapaian tujuan dalam mobilisasi sumber daya, integrasi dengan lintas sektor, dan pemeliharaan pola pada internalisasi nilai melalui simbolisme gembok. 3) Program ini berperan sebagai instrumen perlindungan sosial yang menyediakan ruang mediasi (ishlah) dan pemberdayaan ekonomi. Program ini tidak dimaksudkan untuk memaksakan keutuhan perkawinan dalam kondisi yang merusak martabat seperti dalam kasus kekerasan atau pelanggaran hak berat.
Kata Kunci: Gembok Katresnan, Pekerja Migran Indonesia (PMI), Perceraian, Fungsionalisme Struktural, Ketahanan Keluarga.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Luthfi Hadi Aminuddin, Ahmad Junaidi |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Studi Magister al-Ahwal al-Syakhshiyyah |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 25 Jun 2026 00:40 |
| Last Modified: | 25 Jun 2026 00:40 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/41196 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
