MAKNA KATA YA’ISA DALAM AL-QUR’AN: ANALISIS SEMANTIK PERSPEKTIF TOSHIHIKO IZUTSU

Ma'ruf, Eka Arifin (2026) MAKNA KATA YA’ISA DALAM AL-QUR’AN: ANALISIS SEMANTIK PERSPEKTIF TOSHIHIKO IZUTSU. Undergraduate (S1) thesis, UIN Ponorogo.

[thumbnail of 301220020_Eka Arifin Ma'ruf_IAT.pdf]
Preview
Text
301220020_Eka Arifin Ma'ruf_IAT.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Ma’ruf, Eka Arifin. 2026. Makna Kata Ya’isa Dalam Al-Qur’an: Analisis Semantik Toshihiko Izutsu. Jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir. Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah. Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.
Pembimbing: Prof. Dr. Aksin Wijaya, M.Ag.
Kata kunci: ‎Ya’isa, Al-Qur’an, Semantik Toshihiko Izutsu
Keragaman penggunaan kata ya’isa dalam Al-Qur’an tidak hanya bermakna putus asa, tetapi juga menunjukkan nuansa makna lain sesuai konteks ayat. Sebagian kajian sebelumnya lebih banyak membahas keputusasaan melalui pendekatan tematik dan psikologis, sementara kajian semantik terhadap kata ya’isa masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna dasar dan makna relasional kata ya’isa dalam Al-Qur’an serta mengungkap pandangan dunia (weltanschauung) Al-Qur’an yang dibangun melalui penggunaan kata tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan semantik Toshihiko Izutsu. Data primer penelitian berupa ayat-ayat Al-Qur’an yang memuat derivasi kata ya’isa, sedangkan data sekunder diperoleh dari kitab tafsir, kamus bahasa Arab, dan literatur semantik Al-Qur’an. Analisis dilakukan melalui penelusuran makna dasar (basic meaning), makna relasional (relational meaning), medan semantik (semantic field), serta analisis sinkronik dan diakronik terhadap penggunaan kata ya’isa dalam Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna dasar kata ya’isa adalah putus asa. Namun, dalam Al-Qur’an, kata ini mengalami perkembangan makna yang beragam,berdasarkan relasi teks,kata ini bermakna keputusasaan terhadap rahmat Allah, keputusasaan manusia ketika ditimpa musibah, sikap orang kafir terhadap agama islam. Berdasarkan relasi konteks kata ini bisa bermakna biologis berupa berhentinya haid pada perempuan dan juga bermakna sebuah kesadaran akan adanya kekuasaan Allah. Melalui jaringan makna tersebut, Al-Qur’an membangun pandangan dunia bahwa keputusasaan merupakan kondisi spiritual yang berkaitan dengan lemahnya keimanan dan ketidakpercayaan terhadap adanya rahmat Allah, sedangkan harapan dan kesadaran yang penuh terhadap rahmat-Nya menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia yang beriman kepada Allah.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Aksin Wijaya
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2299 Other Philosophy and Religious Studies > 229999 Philosophy and Religious Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Jurusan Ilmu Al Qur’an dan Tafsir
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 26 Jun 2026 03:10
Last Modified: 26 Jun 2026 03:10
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/41486

Actions (login required)

View Item View Item