Penafsiran Buya Hamka Tentang Ayat Kecantikan

Aisy, Afifah Luthfi Rohadatul (2026) Penafsiran Buya Hamka Tentang Ayat Kecantikan. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.

[thumbnail of SKRIPSI AFIFAH LUTHFI ETHESES.pdf]
Preview
Text
SKRIPSI AFIFAH LUTHFI ETHESES.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Afifah Luthfi Rohadatul Aisy. 2026. Penafsiran Buya Hamka Tentang Ayat Kecantikan. Skripsi. Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Pembimbing: Mayrina Eka Prasetyo Budi, S.Psi., M.Psi.
Kata Kunci: Kecantikan, Tafsir Al-Azhar, Tafsir Tematik
Penelitian ini membahas konsep kecantikan dalam Al-Qur’an melalui kajian terhadap ayat-ayat yang mengandung kata kunci hasan dan turunannya, dengan fokus pada QS. Ali ‘Imran ayat 14, QS. At-Tin ayat 4, QS. Ar-Rahman ayat 60, dan QS. Az-Zumar ayat 10. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kecenderungan masyarakat yang memaknai kecantikan secara terbatas pada aspek lahiriah, sehingga diperlukan pemahaman yang lebih komprehensif berdasarkan perspektif Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan ayat-ayat tentang kecantikan dalam Al-Qur’an; dan (2) menganalisis penafsiran Buya Hamka terhadap ayat-ayat tersebut dalam Tafsir Al-Azhar.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis dan menggunakan metode tafsir tematik (maudhu’i). Sumber data primer adalah Al-Qur’an dan Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dan literatur lain yang relevan. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan dengan cara mengklasifikasikan ayat berdasarkan tema kecantikan dan menafsirkan maknanya secara kontekstual sesuai perspektif Hamka.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep kecantikan dalam Al-Qur’an tidak hanya terbatas pada aspek fisik, tetapi mencakup empat dimensi utama, yaitu kecantikan lahiriah, kecantikan penciptaan, kecantikan akhlak, dan kecantikan spiritual. QS. Ali ‘Imran ayat 14 menggambarkan kecantikan duniawi sebagai daya tarik yang bersifat sementara dan menjadi ujian keimanan. QS. At-Tin ayat 4 menegaskan keindahan penciptaan manusia dalam bentuk terbaik (ahsani taqwīm). QS. Ar-Rahman ayat 60 menunjukkan keindahan dalam akhlak melalui prinsip balasan kebaikan dengan kebaikan, sedangkan QS. Az-Zumar ayat 10 menegaskan kecantikan spiritual melalui kesabaran yang memperoleh pahala tanpa batas. Penafsiran Buya Hamka menekankan bahwa kecantikan yang hakiki adalah kecantikan yang bernilai di sisi Allah, yaitu kecantikan yang terintegrasi antara aspek lahiriah dan batiniah, serta tercermin dalam iman, akhlak, dan ketakwaan

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Mayrina Eka Prasetyo Budi
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2299 Other Philosophy and Religious Studies > 229999 Philosophy and Religious Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Jurusan Ilmu Al Qur’an dan Tafsir
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 03 Jul 2026 06:52
Last Modified: 03 Jul 2026 06:52
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/41833

Actions (login required)

View Item View Item