Keadilan Gender dalam Persfektif Tafsir Al-Munir dan Al-Qurthubi

Nabilunnuha, Ahmad Hakim (2026) Keadilan Gender dalam Persfektif Tafsir Al-Munir dan Al-Qurthubi. Undergraduate (S1) thesis, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.

[thumbnail of 301210007_Ahmad Hakim Nabilunnuha_IAT.pdf]
Preview
Text
301210007_Ahmad Hakim Nabilunnuha_IAT.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Hakim Nabilunnuha, Ahmad 2026. Keadilan Gender dalam Persfektif Tafsir Al-Munir dan Al-Qurthubi
Pembimbing : Hj. Irma Rumtianing Uswatul Hanifah, S.Ag. M.S.I.
Kata Kunci: Keadilan Gender, Tafsir al-Munir, Tafsir al-Qurthubi, Metodologi Tafsir.
Isu keadilan gender merupakan salah satu tema penting dalam kajian tafsir Al-Qur’an yang terus berkembang seiring perubahan sosial dan tuntutan kesetaraan dalam kehidupan modern. Meskipun Al-Qur’an menegaskan kesetaraan manusia di hadapan Allah, perbedaan latar belakang sosial, budaya, dan metodologi para mufassir melahirkan beragam penafsiran terhadap ayat-ayat yang berkaitan dengan gender. QS. Al-Hujurat ayat 13 menjadi landasan utama dalam penelitian ini karena menegaskan bahwa kemuliaan manusia ditentukan oleh ketakwaan, bukan jenis kelamin.
Penelitian ini difokuskan pada dua rumusan masalah, yaitu: (1) bagaimana konsep keadilan gender dalam Tafsir al-Munir karya Wahbah az-Zuhaili dan Tafsir al-Qurthubi karya Imam al-Qurthubi. (2) bagaimana persamaan dan perbedaan metodologis kedua tafsir dalam menafsirkan ayat-ayat tentang keadilan gender. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) dan metode analisis tafsir komparatif terhadap QS. Al-Hujurat ayat 13.
Hasil penelitian ini menunjukan: pertama, Konsep keadilan gender dalam Tafsir al-Munir dan Tafsir al-Qurthubi sama-sama berlandaskan pada prinsip teologis QS. Al-Hujurat ayat 13 yang menegaskan kesetaraan manusia di hadapan Allah dengan ukuran kemuliaan berdasarkan ketakwaan. Namun, Wahbah az-Zuhaili menafsirkan keadilan gender dengan pendekatan yang lebih sesuai dengan kondisi zaman, terbuka terhadap peran laki-laki dan perempuan, fleksibel mengikuti perkembangan masyarakat, sementara itu Imam al-Qurthubi memahami keadilan gender berdasarkan aturan yang sudah ditetapkan dalam ajaran Islam, dengan pembagian peran yang jelas antara laki-laki dan perempuan sesuai struktur yang berlaku. Kedua, persamaan metodologis antara Tafsir al-Munir dan Tafsir al-Qurthubi terletak pada penggunaan Al-Qur’an sebagai sumber utama penafsiran, khususnya QS. an-Nahl ayat 97, penggunaan metode tahlili, tujuan untuk menjelaskan makna Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, serta pendekatan linguistik dalam memahami teks. Adapun perbedaannya terlihat pada pendekatan yang digunakan, di mana Tafsir al-Munir lebih kontekstual dan bercorak adabi ijtima’i, sedangkan Tafsir al-Qurthubi lebih tekstual dan bercorak fiqhi. Selain itu, al-Munir lebih responsif terhadap persoalan kontemporer dan cenderung inklusif dalam isu gender, sementara al-Qurthubi lebih normatif dengan orientasi pada tradisi hukum Islam klasik. Ketiga, berdasarkan hasil komparasi kedua tafsir, konstruksi keadilan gender dalam Islam dibangun atas prinsip kesetaraan ontologis, kesetaraan spiritual, keadilan fungsional, dan kemitraan sosial. Laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan yang sama sebagai makhluk Allah dengan ukuran kemuliaan berdasarkan ketakwaan. Perbedaan peran dipahami sebagai pembagian tanggung jawab yang proporsional untuk mewujudkan kehidupan yang adil, harmonis, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Irma Rumtianing Uswatul Hanifah
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2299 Other Philosophy and Religious Studies > 229999 Philosophy and Religious Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Jurusan Ilmu Al Qur’an dan Tafsir
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 06 Jul 2026 00:49
Last Modified: 06 Jul 2026 00:51
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/41877

Actions (login required)

View Item View Item