Alifah, Raudhotul (2026) REPRESENTASI PERLAWANAN PEREMPUAN TERHADAP KUASA PATRIARKI PADA FILM SIKSA KUBUR KARYA JOKO ANWAR (ANALISIS WACANA SARA MILLS). Undergraduate (S1) thesis, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.
Preview |
Text
302220095_RaudhotulAlifah_KPI.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Fenomena representasi perempuan dalam media, khususnya film, masih kerap menunjukkan dominasi struktur patriarki yang menempatkan perempuan sebagai objek. Namun, film Siksa Kubur karya Joko Anwar menghadirkan bentuk representasi yang berbeda melalui tokoh perempuan yang menunjukkan perlawanan terhadap struktur tersebut. Hal ini menarik untuk dikaji lebih dalam guna melihat bagaimana makna perlawanan perempuan dikonstruksi dalam teks film.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi perlawanan perempuan terhadap kuasa patriarki dalam film Siksa Kubur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana kritis model Sara Mills, yang berfokus pada posisi subjek–objek serta posisi penonton. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan teori representasi untuk memahami proses konstruksi makna dalam film.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi perlawanan perempuan dalam film ini ditampilkan melalui tiga bentuk, yaitu perlawanan verbal, tindakan, dan ideologis. Perlawanan verbal terlihat dari keberanian tokoh Sita dalam mempertanyakan wacana dominan, perlawanan tindakan ditunjukkan melalui pelanggaran terhadap aturan yang membatasi ruang gerak, sedangkan perlawanan ideologis tercermin dari upaya membangun pemaknaan sendiri terhadap realitas. Analisis posisi subjek dan objek menunjukkan bahwa posisi tersebut bersifat dinamis, di mana Sita tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek yang aktif dalam membangun makna. Lebih lanjut, Sita dapat dipahami sebagai representasi dari pemikiran sutradara, sehingga menjadi medium penyampaian gagasan kritis dalam film. Sementara itu, posisi penonton juga dikonstruksi secara dinamis, dari yang awalnya diarahkan untuk berempati menjadi lebih reflektif dalam memaknai peristiwa yang ditampilkan. Dengan demikian, film Siksa Kubur tidak hanya merepresentasikan perempuan sebagai objek dalam struktur patriarki, tetapi juga sebagai subjek yang memiliki agensi dalam merespons dan menantang struktur tersebut.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Muchlis Daroini |
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2299 Other Philosophy and Religious Studies > 229999 Philosophy and Religious Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 06 Jul 2026 08:02 |
| Last Modified: | 06 Jul 2026 08:02 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/41997 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
