SIMBOLISME TRADISI KENDURI DAN RELEVANSINYA DENGAN NILAI-NILAI AL-QUR’AN DI DESA SUMBERDUKUN MAGETAN

Wachid, M. Ichsanuddien (2026) SIMBOLISME TRADISI KENDURI DAN RELEVANSINYA DENGAN NILAI-NILAI AL-QUR’AN DI DESA SUMBERDUKUN MAGETAN. SIMBOLISME TRADISI KENDURI DAN RELEVANSINYA DENGAN NILAI-NILAI AL-QUR’AN DI DESA SUMBERDUKUN MAGETAN.

[thumbnail of 301190068-Ichsanuddien Wahid-IAT.pdf]
Preview
Text
301190068-Ichsanuddien Wahid-IAT.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Agama tidak hanya dipahami sebagai kumpulan dogma atau ajaran
normatif saja, tetapi juga sebagai sistem pembentukan nilai yang hidup dan
berkembang dalam kebudayaan masyarakat. Dalam praktik sosial agama
berinteraksi dengan tradisi, salah satunya adalah tradisi kenduri. dalam tradisi
kenduri terdapat tuturan ujub yang didalamnya terdapat simbol-simbol yang kaya
akan nilai. Tuturan ujub menjadi sebuah media yang merepresentasikan
pandangan hidup masyarakat dalam membangun hubungan dengan Tuhan,
dengan sesama manusia dan alam semesta.
Rumusan masalah dari penelitian ini adalah simbol-simbol apa saja yang
terkandung dalam tuturan ujub pada tradisi kenduri dan bagaiman makna simbolik
tuturan ujub dalam tradisi kenduri di Desa Sumberdukun Kab. Magetan.
Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui serangkaian
pelaksanaan tuturan ujub dan mengetahui makna tuturan ujub bagi masyarakat
Desa Sumberdukun.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan
wawancara kepada tokoh adat dan tokoh agama. Sedangkan dalam proses
pengolahan data penulis menggunakan teori simbolisme Clifford Geertz dan teori
segitiga semiotika Charles Sanders Peirce yang mendeskripsikan makna simbol
dalam tuturan ujub yang memiliki relevansi dengan nilai-nilai Al-Qur‟an.
Penelitian ini melahirkan kesimpulan tradisi kenduri merupakan sebuah
warisan budaya yang nilai-nilainya terkandung dalam simbol tuturan ujub. Makna
simbol Sekul Suci Ulam Sari adalah wujud hati yang suci, bersih dan ikhlas.,
Makna simbol Jenang Abang-Puteh adalah bentuk penghormatan kepada orang
tua. Makna simbol Jenang Sengkolo adalah permintaan atau permohonan agar
dijauhkan dari bala. Makna dari simbol-simbol ini secara umum terletak pada
fungsinya sebagai pedoman hidup bersama yang menanamkan nilai religius, sosial
dan moral serta meresap ke dalam cara berpikir dan bertindak masyarakat Desa
Sumberdukun. Dengan demikian, tuturan ujub menjadi media pewarisan nilai
budaya dan identitas keislaman masyarakat Jawa yang bersifat kontekstual dan
berkelanjutan.

Item Type: Article
Thesis Supervisor: Muhamad Nurdin
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220407 Studies in Religious Traditions (excl. Eastern, Jewish, Christian and Islamic Traditions)
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Jurusan Ilmu Al Qur’an dan Tafsir
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 07 Jul 2026 01:20
Last Modified: 07 Jul 2026 01:20
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/42021

Actions (login required)

View Item View Item